BERBICARA Terkait sosok Gubernur Riau (Gubri) Brigjen TNI (Purn) H Edy Natar Nasution, Ustaz Abdul Somad (UAS) sebut Edy Natar Nasution sosok yang konsisten, cerdas dan agamis.
Hal itu disampaikan UAS usai mengikuti sekali gus mengisi tausiah pada kegiatan dakwah Gerakan Sholat Subuh Berjemaah (GSSB) Akbar Provinsi Riau. Jumat (22/12) di Masjid An-Nur, Pekanbaru.
Menurut UAS, jika sosok agamis
yang dimiliki Edy Natar Nasution bisa dilihat dari bacaan alquran dan dalil yang disampaikanya, yang membuktikan jika beliau sosok yang suka mengaji dan taat agama.
“Jadi kalau mau tau sosok agamisnya bapak Edy Natar dengar bacaan alqurannya, dalil yang disampaikan dan bacaan ayat-ayat dalam mengisi tausiah,” katanya.
UAS juga mengatakan, selama ini ia memandang Edy Natar sebagai seorang jemaah masjid yang taat. Bahkan ia sendiri mengaku seakan baru tersadar jika Edy Natar sosok Gubernur Riau setalah dipanggil oleh masyarakat.
“Selama ini saya dekat dengan beliau, saya bukan merasa beliau karena seorang tentara atau seorang gubernur. Tapi karena seorang jemaah masjid atau seorang yang taat pada agama. Maka itu saya berbicara lantang saja.
Saya seakan baru tersadar setelah masyarakt menyapa beliau gubernur. Maksudnya, pandangan pada beliau ini merupakan sosok sesorang yang agamis dan ulama,” ujarnya.
Ditambah lagi program Gerakan Sholat Subuh Berjemaah ini, yang merupakan gerakan dakwah yang seharusnya tidak hanya tanggungjawab oleh seorang pemimpin. Tapi juga kita bersama dan bersaudara.
Karena yang namanya sholat berjemah itu dianjurkan dalam alquran. Jadi mau Gubernur, Kapolda, Kajati Polres harus bisa mengajak untuk sholat berjemaah seperti ini.
“Memang tanpa ada kegiatan ataupun program untuk mengajak sholat berjemaah ini, sudah seharusnya kewajiban kita. Namun karena ada yang berat dan melalaikan maka kebijakan yang dibuat bapak Edy Natar ini yang cukup luar biasa,” ujarnya.
Selain itu, Edy Natar tidak hanya seorang yang berfikir dan memikirkan karir, tapi beliau memikirkan masa depan daerah dan masyarakat. Terutama terkait generasi penerus yang harus memiliki dasar agama kuat.
“Selama ini banyak yang berfikir instan dan mengejar karir saja, mengejar jabatan, pangkat dan lainya. Namun beliau berfikir untuk generasi cinta agama, salah satunya hafiz quran. Itu dibuktikan dengan pesantren thafiz yang dibangun beliau saat ini.
Disini beliau memikirkan jika kedepan nanti yang lahir itu generasi pemimpin hafiz quran. Sehingga kedepan pemimpin seperti Gubernur, Bupati, Kajati Korem dab lainnya dari sosok hafiz quran, jenderal hafiz quran, pilot san lainya. Maka itu saya juga menegaskan jika mau mendapat barokah carilah pemimpin yang rajin ke masjid dam agamis seperti beliau ini,” tuturnya.
Kehadiran Edy Natar menjadi pemimpin di Riau ini, merupakan takdir Allah yang melimpahkan nikmat dan rahmatnya kepada masyarakat Riau diberikan sosok pemimpin. Kalau dilihat pensiunnya beliau ini seharusnya pulangnya ke kota bandung karena keluarga disana.
“Namun karena takdir Allah beliau diberikan tanggungjawab memimpin di Riau, maka kita juga harus bersyukur karena beliau juga sosok pemimpin yang agamis yang seharusnya terus didukung oleh masyarakat untuk menjadi tauladan. Kita doak semoga pak Gubernur Esy Natar sehat selalu,” tutupnya.(dre)
Pekanbaru Pos Riau