PANGKALANKERINCI (pekanbarupos.co) — Dua ekor gajah yang tidak diketahui asal muasal masih bertahan di kebun sawit. Warga pun mulai khawatir menjadi sasaran hewan dilindungi tersebut.
“Sehari sebelumnya sempat di kebun saya. Lalu keluar dan masuk kebun orang lain. Sejak malam sudah di lokasi lagi,”Bang Wel warga Pangkalan Kerinci, Rabu (4/1/2024).
Menurut Bang Wel, setelah sempat merusak puluhan batang sawit di kebunnya di belakang Sekolah Al Bayan/Ibanah di KM 3,5 Jalan Koridor PT RAPP Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat, dua ekor yang diduga betina dan jantan masuk kebun warga lain lagi.
“Ini baru dapat info dua ekor gajah melenggang di jalan dan masuk kebun sawit belakang rumah warga di SP 6 Desa Makmur,” ungkapnya sambil menyebutkan sesuai rekaman video yang beredar dua hewan belalai panjang itu Selasa (3/1/2024) berada di Jalur 1 SP 6 Desa Makmur Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Riau.
Dua ekor hewan bertubuh gemoy ini tak hanya memakan pohon sawit, pohon pisang di belakang rumah warga pun ikut dilahapnya. “Itu di belakang pak RW,” kata perekam video memberikan keterangan pada video gajah masuk kampung tersebut.
Bang Iwel juga menambahkan, dua ekor gajah yang memiliki gading itu memprediksi, setelah dari kebunnya yang tak jauh dari Kantor BKSDA Pelalawan itu, masuk ke kebun milik orang Cina dan ke kebun L 300 dan ke Sungai Tambun.
“Ini terakhir keluo dari kobun ambo ke kobun china sebolah, pagi sekitar 4 subuh dio kelua dai kobun chino tu menuju kobun l 300 arah kesungai tambun,”ujar Bang Wel dengan logat setempat.
” Habis dai disitu biaso ke boncah ogung (Bukit Agung) antao jalan koridor RAPP dengan Jalan Lintas Timur tak jauh dai pinggiran sungai Kinci sebolah Barat, aliran sungainyo tombos ke boncah Ogung,”ungkapnya memperkirakan alur perjalanan gajah yang belum diketahui asalnya tersebut.
Hal ini, mengingat jika gajah berasal dari Taman Tesso Nilo jaraknya sangat jauh hingga sampai ke Pangkalan Kerinci ditambah kondisi banjir yang mengepung Kabupaten Pelalawan hingga kemarin belum surut.
Bang Wel juga merasa cukup kesal. Karena saat melapor di Kantor BKSDA di Jalan Koridor Pangkalan Kerinci, pegawai yang ada di sana justru mengarahkan agar melapor ke salah seorang Kasi BKSDA Riau. “Waktu ambo telepon tak dijawab. Selain itu terkesan lempar tanggungjawab. Jadi, tak tau melapor kemana,”ucapnya agak kesal.
Media ini pun coba melakukan konfirmasi ke Call Center BKSDA +62 813-7474-2981. Hanya saja sampai berita ini dirilis tidak ada jawaban terkait dua ekor gajah masuk kota dan masuk kampung di ibu kota Kabupaten Pelalawan tersebut.
Kepala Seksi BKSDA Pak Laskar sempat konfirmasi media ini bahwa pihaknya Jumat (5/1/2024) akan turun ke lokasi.
“Team insyaallah bsk turun ke lokasi dimaksud om,” jawabnya melalui pesan WA.(amr)
Pekanbaru Pos Riau