Sabtu , 24 Februari 2024
Komunitas Belajar Tenayan Raya menggelar Workshop Penyusunan Pengelolaan Kinerja di Platform Merdeka Mengajar (PMM), Selasa (16/1/2024) di ruang serba guna SMPN 7 Kota Pekanbaru.

Kombel Tenayan Raya Gelar Workshop Penyusunan Pengelolaan Kinerja di PMM

PEKANBARU-Komunitas Belajar (Kombel) Lintas Tenayan Raya menggelar Workshop Penyusunan Pengelolaan Kinerja di Platform Merdeka Mengajar (PMM), Selasa (16/1/2024) di ruang serba guna SMPN 7 Kota Pekanbaru. Pada diskusi untuk peningkatan kompetensi sekolah itu, Kombel Tenayan Raya menghadirkan Taufik Bambang MPd sebagai narasumber dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Riau.

“Komunitas Belajar di Lintas Tenayan Raya ini terdiri dari delapan sekolah, yakni SMPN 7, SMPN 9, SMPN 11, SMPN 22, SMPN 26, SMPN 31, SMPN 38 dan SMPN 39 Kota Pekanbaru. Selain dihadiri Kepala Sekolah, kegiatan ini juga dihadiri dua orang dari perwakilan masing-masing sekolah,” ujar Ketua Kombel Lintas Tenayan Raya, Hotting Rain MPd.

Hotting menjelaskan, komunitas belajar ini merupakan wadah bagi kepala sekolah untuk bertukar pikiran dalam upaya peningkatan kapasitas pendidikan, khususnya SMP Negeri di lintas Kecamatan Tenayan Raya. Sehingga, melalui diskusi-diskusi ini, kepala sekolah bisa menerapkan berbagai program untuk kemajuan dan peningkatan kompetensi guru melalui komunitas belajar.

“Ini sudah pertemuan kelima. Kami sepakat menggelar pertemuan ini dua kali dalam sebulan. Nah, setiap pertemuan selalu berdiskusi dengan tema yang berbeda. Kali ini kami fokus pada pengelolaan kinerja di sekolah melalui PMM,” paparnya.

Diakui Hotting, komunitas belajar harus dibentuk di sekolah sebagai wadah peningkatan kompetensi guru dan wadah belajar bersama. Karena pendidikan terus mengalami perkembangan. Belajar tidak hanya milik, siswa tetapi juga gurunya.

“Di komunitas belajar, guru dapat berdiskusi menyelesaikan dan memecahkan berbagai persoalan pendidikan. Dan utamanya komunitas belajar bisa membawa perubahan bagi guru. Komunitas belajar menciptakan iklim positif berupa kolaborasi guru dengan rekan sejawat,” terangnya.

Hotting berharap, melalui pertemuan di Komunitas Belajar ini, dapat menyelesaikan permasalahan yang ada di sekolah, baik kinerja guru maupun proses mengajar.

“Semua masalah yang dihadapi guru dan kepala sekolah bisa terselesaikan. Inilah gunanya Komunitas Belajar ini, wadah kita berdiskusi, memecahkan masalah dengan berbagai solusi,” sebut Hotting.

Sementara itu, Plt Kepala SMPN 7 Kota Pekanbaru, Yuni Safitri SPd menambahkan, melalui komunitas ini, para guru dan tenaga kependidikan dapat saling berbagi pengetahuan, keahlian dan pengalaman sehingga menginspirasi rekan sejawat.

“Kegiatan Komunitas Belajar harus terus digerakkan. Ini merupakan sebuah media yang tepat untuk belajar bersama terlebih dengan berbagai dinamika perubahan yang terjadi di dunia pendidikan,” ucap Yuni.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) RI, lanjut Yuni, mengembangkan Platform Merdeka Mengajar (PMM) yang merupakan platform edukasi yang menjadi teman penggerak untuk pendidikan dalam mewujudkan Pelajar Pancasila yang memiliki fitur Belajar, Mengajar dan Berkarya.

“PMM memberikan kesempatan bagi guru untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensinya dimana pun guru berada serta mendorong guru untuk terus berkarya dimana PMM menyediakan wadah untuk berbagi praktik baik dalam implementasi kurikulum merdeka, yang menjadi landasan bagi pendidik yang lebih inklusif, kreatif dan kolaboratif,” kata Yuni.(yan)

About Amat Tarmizi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *