PANGKALANKERINCI (pekanbarupos.co) — Kawanan dua ekor gajah terus beraksi. Meski sudah dua bulan, namun tak kunjung dievakuasi. Gerakan Pemuda Peduli Pelalawan (GP3) pun mengancam akan menggelar aksi ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA).
“Beginilah kualitas pejabat kita yang ada di Riau ini. Ketika gajah mati sibuk, sibuk turun semuanya. Namun, ketika gajah merusak tanaman warga mereka lambat dalam penanganan,”kata Ketua GP3 Joe Kampe Kamis (18/1/2024),menyampaikan keprihatinannya terhadap lambatnya penanganan gajah yang meneror warga sejak dua bulan terakhir ini.
“Saya hari ini siap bersama masyarakat untuk melakukan aksi unjuk rasa kepada BBKSDA Riau terkait gajah-gajah liar yang meresahkan warga masyarakat Kabupaten Pelalawan jika mereka tidak segera mungkin melakukan penanganan ini,” kata Joe lantang yang siap menggelar aksi demo pihak yang diamanahkan mengurus masalah hewan yang dilindungi ini. “Tolong dikoordinasikan bersama perangkat desa setempat sama masyarakat setempat saya siap bersama masyarakat,”ujar Joe lagi.
Ketua GP3 juga meminta Lurah Pangkalan Kerinci Barat juga untuk aktif dan berkoordinasi dengan pihak terkait. “Mohon kepada pak, Lurah Kerinci Barat untuk bisa di akomodir terkait gajah yang sudah sangat meresahkan warga masyarakat Kelurahan Kerinci Barat,”pinta Joe lagi.
Terpisah Camat Pangkalan Kerinci Faisal, S.STP mengatakan dirinya juga telah berkoordinasi dengan pihak BBKSDA Riau. “Sudah sering ambo koordinasikan dengan BKSDA. Mereka lagi berupaya untuk mengendalikan gajah agar kembali ke habitatnya di TNTN. Tapi, kendala banjir masih menjadi persoalan mereka. Insya Allah ini akan ambo pantau terus bang,”papar Camat.
Yogi Setiawan, Lurah Pangkalan Kerinci Barat juga membenarkan, Pemda sudah menyurati BKSDA.” Mudah-mudahan dalam waktu bakal cepat di evakuasi,”jelas Lurah Yogi. Sehari sebelumnya, Bupati Pelalawan H Zukri, SE melalui BPBD Pelalawan juga telah melayangkan surat resmi ke BBKSDA Riau agar segera mengevakusi gajah yang merusak kebun masyarakat.
Terpisah Bang Wel, warga Pangkalan Kerinci yang menjadi salah satu korban kebunnya menjadi sasaran gajah pihak terkait tak lagi saling lempar tanggungjawab. “Intinya kami mendesak segera gajah ini dievakuasi. Kalau tidak di TNTN bisa ke Kerumutan atau juga ke Duri. Karena semakin lama dibiarkan, tak hanya kebun sawit yang semakin banyak dirusak, tenaga juga ikut terkuras,” kata Bang Wel.
Sampai pukul 14.30 WIB Kamis, dua ekor gajah berada di sekitar Sekolah Al Bayan, KM 3,5 Pangkalan Kerinci Barat. Artinya posisinya berada di ibukota Kabupaten Pelalawan, Pangkalan Kerinci. Lebih kurang 5 KM ke pusat kota dan juga pusat pemerintahan Kabupaten Pelalawan.(amr)
Pekanbaru Pos Riau