Darah Berceceran Bekas Diseret Sekitar 50 Meter
PUJUD (pekanbarupos.co) — Sadis, seorang buruh serabutan yang masih status lajang bernama Polma Saragih (39) warga RT 003 RW 01 dusun Lima teladan Desa Sukajadi Kecamatan Pujud Kabupaten Rokan Hilir ditemukan tewas di parit dengan penuh luka bacok.
Informasi yang diperoleh awak media Posmetro Rohil/ Pekanbarupos.co di lapangan dari warga, Kamis (29/2) menerangkan, Korban ditemukan di parit sekitar 50 meter dari lokasi eksekusi. Korban diduga dibunuh karena di sekujur tubuhnya ditemukan luka bacok di kepala, leher dan tangan serta luka robek punggung.
Salah seorang tetangga korban, Opungsungguh kepada awak media menceritakan, kronologis kejadian berawal Rabu (28/2) sekira pukul 14.00 wib korban berangkat ke ladang hendak mengambil berondolan di ladang milik orang tuanya di Km-8 Siarang-arang Pujud.
Namun hingga pukul 19 00 wib, korban tidak kunjung pulang, lalu bapak uda nya sama inang uda nya berangkat ke ladang, tetapi sebelum berangkat ke ladang mereka terlebih dahulu mencari korban di kedai tuak, lantaran mereka menyangka korban di warung tuak sehingga telat pulang ke rumah.
Setelah tidak ditemukan korban di kedai tuak mereka malam itu juga berangkat ke ladang milik Bapak Udanya. Dan sesampainya di ladang mereka menjumpai sepeda motor, topi dan babat masih ada di sepeda motor dalam keadaan terikat dan air minum masih ada di sepeda motor.
Lalu si inangnya menelepon ke HP korban dan berdering lalu mereka jumpai HP nya tergeletak di tanah. Dengan keadaan HP sudah terpotong ujung nya tetapi masih bisa hidup, dan mereka menjumpai beberapa kelapa sawit yang sudah di turunkan, lalu keluarganya menyangka bahwa keponakanya itulah yang mencuri sawit tersebut.
Lalu kemudian mereka pulang dan singgah ditempat Silalahi untuk mengembalikan senter yang sebelumnya dipinjam dan menceritakan kejadian di ladang. Dan saat itu Silalahi curiga dan ada kejanggalan atas ditemukan hp korban tersebut.
Selanjutnya Silalahi mengajak warga setempat serta Bapak uda dan Inang uda korban untuk kembali ke ladang mencari korban. Saat dilakukan pencarian, ditemukan gumpalan darah sekitar 10 meter dari sepeda motor tersebut.
Selanjutnya warga menelusuri ceceran darah korban yang mengarah ke parit dan benar adanya sekitar 50 meter korban ditemukan dari lokasi gumpalan darah atau lokasi eksekusi. Korban diduga diseret karena badan korban bagian belakang (punggung) penuh luka robek.
“Korban ditemukan Kamis (29/2) sekitar pukul 01.00 dini hari dan selanjutnya warga melaporkan ke Polsek Pujud,” terang Opungsungguh.
Dan kemudian Mayat korban dievakuasi pihak Polsek Pujud dan dibawa Ke Polda Riau untuk dilakukan autopsi. Mayat korban rencananya mau di dibawa ke kampung halaman nya di Siantar dan di makamkan disana,” tambah Opungsungguh.
Kapolsek Pujud AKP Tri Adiyatmika saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya hanya menjawab masih di lapangan dan belum memberikan jawaban resmi terkait kejadian atau peristiwa tersebut. (met)
Pekanbaru Pos Riau