Minggu , 14 Juli 2024
Warga di Jalan Simpang Damar bersama tokoh masyarakat Kuba, H. Kantan saat melakukan penghadangan mobil CPO tangki besar S 4 milik PKS PT Jatim Jaya Perkasa. zul

Warga Usir Truk CPO Tangki Besar S 4 PKS PT Jatim Jaya Perkasa

Bupati Diminta Perintahkan Dishub Bertindak 

KUBA (pekanbarupos.co) — Warga Dusun Simpang Damar, Kepenghuluan Sungai Majo, Kecamatan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir melakukan penghadangan terhadap mobil CPO Tangki Besar S 4 yang memiliki kapasitas 40 ton milik PKS PT Jatim Jaya Perkasa (JJP), Jumat (15/3/2024) sekitar pukul 13.00 WIB.

Terlihat di lokasi puluhan warga terdiri dari kaum emak-emak dan kaum bapak menyetop empat unit mobil CPO tangki besar S 4 yang masuk di Jalan Simpang Damar menuju arah perusahaan Pabrik Kepala Sawit (PKS) PT Jatim.

Warga menolak keluar masuk mobil CPO tangki besar ini karena melebihi kapasitas jalan yang hanya ketahanan 8 hingga 9 ton. Selain itu akibat mobil ini keluar masuk berdampak buruk terhadap lingkungan, terutama membuat ruas jalan cepat rusak ditambah akibat getaran mobil bangunan permanen rumah warga banyak yang retak-retak.

Di lokasi juga tampak Anggota DPR terpilih Adil Makmur, tokoh masyarakat Kuba, H.Kantan, anggota LLMB, Sekretaris DPH MTKAESMKK yang bergelar Encik Wira Siak Datuk Zuhaifi ST mengatakan, ketua RW 09, Herman.

Sementara dari perusahaan PT Jatim tampak hadir, Humas PT Jatim Jaya Perkasa, Romaito Hasibuan, Manager PKS PT Jatim, Aparat Kepolisian dan Security PT Jatim Jaya Perkasa.

Di lokasi sempat memanas, dimana pihak perusahan tetap bersikukuh ingin memasukkan mobil mobil CPO tersebut dengan mengatakan sudah berkoordinasi dengan aparat setempat dan warga.

Diskusi di lapangan antara warga dan pihak perusahaan tidak membuahkan hasil, dimana perusahaan berharap agar armada angkutan CPO mereka bisa tetap melintas. Akan tetapi warga tetap bersikukuh menolak masuknya mobil tangki CPO besar yang berkapasitas 40 ton di Jalan Simpang Damar khusunya Jalan Lintas Kubu.

Sementara itu tokoh wanita Simpang Damar, Emi Boru Purba (53) mewakili warga lain mengaku, keluar masuknya mobil CPO tangki besar milik PT Jatim sudah membuat masyarakat resah. Warga sudah melakukan aksi penyetopan terhadap mobil melebihi kapasitas jalan tersebut namun pihak perusahaan tetap saja membandel dengan memasukkan mobil CPO tangki besar.

“Sejak bulan November 2023 lalu, kami masyarakat Simpang Damar sudah melakukan penyetopan mobil ini, tapi pihak prusahan tetap membandel, kalau tidak siang mereka masukkan mobil mencuri-curi waktu malam hari, kalah sudah malam melintas mobil itu bergetar terasa betul dirumah kami,” ujarnya.

Lanjut Emi, warag simpang damar merasa resah terkait aktifitas perusahaan yang memasukkan mobil raksasa hingga berdampak buruk terhadap lingkungan dan rumah warga.

“Pihak perusahaan berjanji mau memperbaiki jalan, kalau mereka melakukan perbaikan jalan itu hal yang wajar karena yang merusak jalan itu adalah pihak perusahaan sendiri, kami berharap kepada Instansi terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan Rohil agar melakukan penertiban begitu juga kepada pak Bupati Rohil, Afrizal Sintong tolong lah kami pak,” keluhnya.

Sementara itu ketua RW 09, Herman mengatakan, warga melakukan penyetopan mobil CPO tangki besar milik PKS PT Jatim Jaya Perkasa sebagai aksi protes warga terkait keluar masuknya mobil tersebut.

“Masyarakat menolak masuk mobil CPO tangki besar, masyarakat meminta agar prusahan kembali menggunakan armada mobil CPO Tangki Coldisel sejenis HDL, warga resah karena setiap mobil melintas cukup bergetar dampaknya banyak rumah warga yang retak bagi rumah permanen, masyarakat tidak melarang aktifasi prusahan tapi kembalikan angkutan CPO mobil Coldisel jenis HDL,” akunya.

Dilokasi juga Humas PT Jatim, Romaito Hasibuan mengaku, persoalan tersebut hanya miskomunikasi saja dengan warga. Pihak prusahan tetap mengedepankan kepentingan warga.

“Ini hanya miskomunikasi saja, kami pihak prusahaan koperatif, opsi yang kita tawarkan jelas, pihak prusahan siap melakukan perbaikan jalan, artinya apa, kita selalu Welcome dengan kepentingan lingkungan,” pungkasnya. (zul)

 

About Alzamred Malik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *