Kamis , 22 Oktober 2026

Dosen Fakultas Perikanan Dan Kelautan Unri Melaksanakan Pengabdian Program Desa Binaan Di Desa Sawah

Dharma ketiga dari tridharma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat kembali dilaksanakan oleh Dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan Unri pada Kelompok Perikanan Sawah Mandiri di Desa Sawah Kec. Kampar Utara Kab, Kampar.

Kegiatan tersebut diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Sukendi, MS dan anggota tim Dr. Ir. Ridwan Manda Putra, MS, Prof. Dr. Ir. Zulkarnaini, M.Si, Dr. DesiHeltina, ST, MT dan Dr. Ir. Tengku Nurhidayah, M.Sc ini merupakan kelompok perikanan binaan dari Prof. Dr. Ir. Sukendi, M.Si.

Kegiatan pengabdian yang dilakukan ini merupakan kegiatan tahun ketiga dengan mengambil topik yang diberikan tentang “Penerapan Teknologi Penggunaan Tumbuhan Alami untuk Menghilangkan Daya Rekat Telur dalam Pembenihan Ikan Baung”.

Sukendi selaku ketua tim kegiatan pengabdian program desa binaan ini menyatakan Kelompok Perikanan Sawah Mandiri sudah berhasil memproduksi benih ikan baung melalui teknologi pembenihan yang diberikan oleh tim pengabdian pada tahun 2022.

“Kemudian teknologi budidaya cacing sutra (Tubifex sp) sebagai pakan larva ikan baung sudah berhasil pula dilakukan melalui pengabdian yang dilakukan tim tahun 2023. Namun dalam kegiatan pembenihan ikan baung yang dilakukan masih ditemukan kendala adanya sifat telur yang merekat sehingga menghambat penetasan yang dilakukan”. Jelasnya

oleh sebab itu menurut Sukendi untuk tahun ke tiga (2024) ini diberikan teknologi cara menghilangkan daya rekat telur dengan menggunakan ekstrak tumbuhan alami, yang dalam hal ini ektrak daun kersen.

Kegiatan dilaksanakan beberapa minggu lalu dan diikuti oleh 15 orang anggota kelompok Perikanan Sawah Mandiri dan 10 orang mahasiswa kukerta reguler Universitas Riau yang ditempatkan di Desa Sawah tersebut.

Anggota kelompok Perikanan Sawah Mandiri yang merupakan mitra dalam kegiatan ini sangat antusias menyambut kegiatan yang dilakukan, hal ini karena mereka mengharapkan sekali kendala yang mereka temukan selama ini tentang merekatnya telur ikan baung dalam penetasan dapat teratasi dengan menerapkan teknologi penggunaan ekstrak daun kersen yang digunakan sehingga nilai penetasan yang diperoleh akan dapat lebih tinggi sekaligus akan menghasilkan jumlah benih baung yang lebih banyak.

Hal yang sama juga dikatakan oleh ketua kelompok Perikanan Sawah Mandiri, menurut ketua kelompok dengan berhasilnya mengatasi daya rekat telur ikan baung dalam penetasan yang dilakukan nantinya maka akan dapat meningkatkan produksi benih yang dilakukan oleh para anggota kelompok tani, sekaligus akan meningkatan pendapatan dalam melakukan pembenihan ikan baung tersebut.

Sukendi selaku ketua tim pelaksana kegiatan pengabdian program desa binaan ini menyatakan kegiatan ini tidak hanya berhenti sampai disini, tetapi akan tetap dilakukan evaluasi melalui peninjauan ke lapangan tentang kegiatan yang sudah dilakukan oleh kelompok Perikanan Sawah Mandiri tersebut.

Selain itu ilmu dan teknologi yang sudah diperoleh oleh anggota kelompok Perikanan Sawah Mandiri ini juga diharapkan akan dapat disebarluaskan kepada masyarakat kususnya di Desa Sawah, Kecamatan Kampar Utara yang memiliki usaha pembenihan.(rim/rls)

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *