Jumat , 26 Juni 2026
Astaka utama sudah berdiri kokoh dan ajang MTQ segera dihelat.har

Di Inhu, Dugaan Pungli Nodai Ajang MTQ Tingkat Kecamatan 

INHU (pekanbarupos.co) — Ajang tahunan, Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) di salah satu wilayah tingkat Kecamatan di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau yang dihelat di salah satu desa ternodai adanya dugaan pungutan liar (pungli). Dimana ajang MTQ ini jika tidak ada aral melintang akan dibuka Jumat 23 Agustus 2024 besok.

Dugaan pungli ini dilakukan oleh oknum Kepala desa (Kades) inisial BH terhadap masyarakat desanya. Menurut warga desa yang enggan ditulis namanya, Selasa (19/8/2024) kepada sejumlah wartawan mengungkapkan, masyarakat dimintai iuran untuk ajang MTQ tingkat kecamatan di wilayahnya dengan besaran yang bervariasi dari puluhan ribu rupiah hingga ratusan ribu rupiah.

“Banyak warga yang keberatan. Sekarang pemuda yang menjadi panitia banyak yang mengundurkan diri karena selaku panitia dipatok Rp 100 ribu,” ungkapnya.

Ditambah lagi, kata warga, para pedagang diseputaran lokasi MTQ juga dipatok hingga Rp 250 ribu jika ingin berjualan. ” Ya kalau untungnya banyak. misalkan hanya jualan sosis bakar atau Pop ice tentu keberatan,” ucap warga tersebut.

Ketua BPD desa setempat, inisial J menyebutkan, hal itu menurutnya merupakan iuran sukarela. Sebab saat musyawarah disepakati tak ada patokan besar kecilnya. Namun, saat dikonfirmasi adanya kabar khusus BPD wajib iuran Rp 200 ribu per anggota dibenarkan olehnya.

“Saat diberita acara memang tidak dipatok. Tetapi kenyataannya kami dipatok Rp 200 ribu. Ya karena yang lainnya iuran, ya saya ikut aja,” akunya.

Ketua BPD ini juga mendengar kabar jika sempat terjadi kegaduhan dalam menyambut MTQ kali ini. Salah satunya ada sejumlah anggota Karang taruna selaku kepanitiaan mengundurkan diri. “Saya dengar memang ada. Saya dengar langsung dari pak Kades. Lebih jelasnya coba konfirmasi ke ketua pelaksananya,” singkatnya.

Ketua karang taruna selaku tim pelaksana kegiatan, Widianto dikonfirmasi ke nomor 0853-7585-9Xxx beberapa kali hingga berita ini disodorkan ke meja redaksi belum merespon.

Menanggapi hal itu, Camat di Kecamatan tersebut EA menepis tudingan adanya dugaan pungli itu. Justru, kata dia, warga desa sebagai tuan rumah pelaksanaan MTQ Kecamatan pada tahun 2024, ini sangat begitu antusias mempersiapkan acara.

“Anggaran Kecamatan dalam pembuatan astaka ditambah dari sumbangan warga. Warga sepakat astaka harus megah untuk memuliakan para Qori dan Qoriah peserta pembacaan ayat suci Alquran, ” sebut Camat, Selasa (20/8/2024).

Sambung Camat, warga desa tersebut juga membangun stand UMKM di kawasan MTQ. Pembangunan stand ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi warga dengan memberikan tempat dan kesempatan bagi warga menjual hasil produksi UMKMnya.

Kendati sebelumnya sebagian warga merasa keberatan dengan adanya iuran untuk pelaksanaan MTQ serta besaran nilai sewa stand yang dibangun. Namun Camat tetap optimis pelaksanaan MTQ harus berjalan karena ini merupakan syiar agama bahkan didukung oleh warga penganut agama lainnya.

“Di daerah lainnya pun warga sangat antusias dengan pelaksanaan MTQ. Bahkan pemerintah desa lain pun sibuk mencari dana untuk membantu operasional kafilah nya. Ada yang terima dan tidak terima itu biasa. Yang pasti kami lihat sumbangan ini pertama sekali dicontohkan oleh Kepala Desa dan aparat desa baru diikuti oleh masyarakat,” jelasnya.

Kades inisial BH dikonfirmasi wartawan menjelaskan bahwa sumbangan warga untuk pelaksanaan MTQ tingkat Kecamatan yang digelar di desa nya adalah kesepakatan warga. Sumbangan ini tidak ditentukan dan secara suka rela.

“Tidak ada pungutan. Sumbangan ini berdasarkan kesepakatan dan secara suka rela warga untuk memeriahkan penyelenggaraan MTQ,” pungkasnya.(har)

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *