INHU (pekanbarupos.co) — Saldiah (50), IRT warga desa Sipang kecamatan Batang Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu),Riau yang jatuh ke dasar sungai dijembatan Sei Cenaku desa Batupapan kini kondisinya masih memburuk.
Saldiah sebelumnya mengalami luka di badannya usai terjun dari jembatan yang rusak parah, terutama dibagian lantai sudah bolong dan lapuk. Istri dari Ambia ini jatuh ke dasar sungai pada Jumat 23 Agustus 2024 kemarin. Musabah ini bermula ketika pasangan suami istri (pasutri), Saldiah dan Ambia saat itu bertolak dari desa Sipang menuju ke desa Batupapan untuk menghadiri hajatan keluarga. Namun sesampainya di jembatan Sei Cenaku, nasib naas menimpa korban, ia terjun kedasar sungai sedalam +- 10 meter.
Kembali ke kondisi Saldiah, ia sore tadi, Sabtu (24/8/2024), kabarnya, karena kesehatannya tak kunjung membaik usai minum obat dari unit kesehatan yang ada di desanya, akhirnya ia terpaksa di bawa ke salah satu RS di Blilas, Kecamatan Seberida, Inhu.
Hal itu dibenarkan oleh anak korban, Robi Andika. Dikonfirmasi awak media ini ia mengatakan jika pihak keluarga berharap orang tuanya itu lekas sembuh, sehingga harus dirujuk ke RS.
“Sekarang kami di Puskesmas Kilan, karena tadi sudah kami bawa ke RS Muizzah, sesampainya disana harus minta surat rujukan dari Puskesmas dulu, baru besok pagi kami bawa lagi ke Belilas,” ungkap Robi.
Kondisi orang tuanya kini diceritakan oleh Robi. Sejak terjatuh ke sungai Sei Cenaku, ibunya tak bisa duduk, dan disejumlah tubunya terdapat luka luka. “Bengkak bagian punggung, pundak dan sulit menoleh karena leher juga bengkak,” jelas Robi.
Sejumlah luka dan bengkak itu, kata Robi, dikarenakan terbentur besi penopang kayu jembatan. ” Melihat kondisi mamak tak kunjung membaik, sehingga membuat kami khawatir, sepertinya mamak mengalami luka bagian dalam akibat musibah itu,” tambah Robi.
Dijelaskan juga olehnya, saat ibunya itu terjun ke sungai, kondisi air tidak terlalu dalam, sehingga tidak hanyut terbawa arus sungai. Saat itu juga, dilokasi ada warga yang sedang mandi dan mencuci pakaian, mengetahui kejadian yang dialami ibunya itu, lantas warga segera memberikan pertolongan. “Mamak ketika itu masih sadarkan diri, dan diselamatkan warga sekitar,” sebut Robi.
Sebelumnya, sejumlah pihak, diantaranya Kades Sipang, Yusri dan ormas Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB), Supri menanggapi terkait kondisi jembatan yang memakan korban seorang IRT, Saldiah tersebut. Diungkap oleh mereka, dengan musibah yang terjadi kemarin yang ditengarai adanya lantai jembatan yang rusak parah, sehingga butuh adanya perhatian dan tanggapan serius dari Pemda Inhu, dalam hal ini Dinas PUPR. Hal itu, agar musibah jatuhnya warga ke dasar sungai akibat kerusakan jembatan Sei cenaku tidak dialami warga lainnya.
Yusri selalu Kades Sipang menerangkan, jika dari desa Sipang menuju desa Alim hingga desa Batupapan terdapat dua jembatan. Keduanya saat ini butuh perbaikan, dan hal itu harus segera dilakukan.
Sementara itu, dari pihak LLMB melalui Supri, ia berharap Pemda Inhu agar cepat merespon keluhan warga terkait kondisi jembatan Sei Cenaku. Kondisi jembatan ini, kata dia, sudah sering viral di media sosial, baik itu di Facebook,Tiktok. Bahkan ia juga sempat membaca di media massa (Koran dan media online) yang memberitakan kondisi jembatan ini, akan tetapi hingga detik ini belum ada perbaikan, dan akhirnya berujung jatuh korban seorang ibu ibu terjun ke dasar sungai karena jembatan rusak parah.
“Kami berharap kepada Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu agar dapat di anggarkan melalui APBD perubahan di tahun ini,” pinta Supri disampaikan melalui corong media ini pada unggahan Pekanbaru Pos Grup (PPG) sebelumnya.(har)
Pekanbaru Pos Riau