PEKANBARU (pekanbarupos.co)- Pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru Edy Nasution-Destrayani mendapat nomor urut 4 dalam pengundian yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Ukum (KPU Kota Pekanbaru, Senin (23/9/2024).
Menanggapi hal itu, Paslon Edy-Bibra menyebut angka empat merupakan angka terbaik yang dipercayakan Allah SWT.
Hal itu disampaikan Calon Walikota Pekanbaru, Brigjen TNI (Purn) H Edy Natar Nasution didampingi Calon Wakil Walikota Pekanbaru Destrayani Bibra usai acara pengundian nomor urut calon oleh KPU, Senin (23/9) di Hotel Aryaduta Pekanbaru.
Mantan Gubernur Riau ini mengatakan, sesuai yang disampaikan sebelumnya, apapun nomor urut yang didapatkan semua itu tidak lepas dari campur tangan Allah SWT dalam memberikan rezeki, kepercayaan dan Ridho kepada hambanya.
Untuk itu, kata Edy, dari awal ia siap menerima nomor urut apapun dan menjadikan sebuah rezeki dan amanah dari Allah SWT.
“Saya sudah katakan, jika kita tidak tau angka berapa yang akan kita terima. Yang tau itu hanya Allah SWT. Saya percaya apa yang saya dapatkan tidak lepas dari campur tangan Tuhan,” katanya.
Kendati demikian, ia justru sangat bangga dengan nomor urut 4. Pasalnya, angka 4 itu sebelummya juga ada tanda-tanda, seperti saat pendaftaran yang juga nomor 4 dan sebelum pengundian calon wakil walikota juga mencabut antrian nomor 4.
“Saat mencabut undian saya juga mendapat nomor 4. Artinya angka 4 ini rezeki kami yang mudah-mudahan menjadi pertanda berkah dalam pilihan nanti,” jelasnya.
Edy juga mengatakan, jika dilihat dalam Islam angka 4 itu adalah angka adil dan sempurna dan banyak penggunaannya. Diantaranya dalam sholat lima waktu sholat yaitu Zuhur, Ashar dan Isya dan juga lainya.
“Yang jelas apapun momor urutnya itu adalah yang terbaik buat kita. Pemilihan bukan bergantung pada angka atau nomor urutnya, tapi pada pilihan dan kepercayaan masyarakat,” ungkapnya.
“Kita optimis dan percaya pada masyarakat kota Pekanbaru jika visi dan misi kita sama-sama mewujudkan kota Pekanbaru lebih baik, maju, unggul dan bermartabat,” tuturnya.
Disisi lain jika dilihat dari tulisan Dr. Nasim Rehmatullah dalam Situs Resmi Jamaah Muslim Ahmadiyah Al-Islam, Angka 4 itu dalam bahasa arabnya Arba’a. Dan angka ini adalah angka pokok yang sering muncul dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
Dalam Al-Quran, juga ditemukan penggunaannya jika angka ini menunjukkan stabilitas, keteraturan, sifat dasar dari segala sesuatu, kelengkapan atau keluasan, keutuhan atau kepenuhan.
Allah dalam kebijaksanaannya telah menetapkan empat sebagai angka yang memadai untuk memberikan bukti yang tidak diragukan lagi atau untuk memberikan waktu yang cukup.
Angka 4 juga mewakili tatanan dan stabilitas kosmik seperti dalam empat fase bulan, empat titik mata angin bumi, utara, selatan, timur, barat. Yang
ungkapannya seperti, empat penjuru bumi, empat musim dan masih ada beberapa penggunaan lainya.
“Ini juga dalam membaca Al-Quran, Surah Al-Fatihah ( 1:2-4 ) di sampaikan empat sifat utama Allah, yaitu Rabb, Rahman, Rahim dan Malik,” katanya.(dre)
Pekanbaru Pos Riau