PEKANBARU (pekanbarupos.co)- Semenjak Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan para Calon Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru. Seluruh pasangan calon melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
Berbagai cara kampanye dilakukan, mulai pertemuan door to door hingga penyebaran baliho-baliho foto para calon memadati jalan hingga lingkungan masyarakat.
Hanya saja, janji-janji yang disampaikan para paslon tidak lagi menjadi faktor utama masyarakat menentukan pilihan, tapi rekam jejak paslon. Terutama yang sebelumnya sudah menjabat.
Hall itu disampaikan tokoh masyarakat Pekanbaru, H Iwansyaj SPd MPd, Senin (7/10/2024) di Pekanbaru. Ia mengatakan adanya perubahan masyarakat terhadap penilaian membuktikan masyarakat sudah pintar dalam berpolitik.
“Tapi ini bisa juga karena beberapa faktor, bisa disebabkan tidak peduli janji. Bisa juga karena memang masyarakat sudah capek atau lelah dengan janji. Sehingga rekam jejak jadi faktor utama,” katanya.
Tapi ia tidak memungkiri, jika dalam kampanye ini janji itu sudah pasti disampaikan paslon karena juga bagian dari visi misi. Sehingga jika duduk wajib direalisasikan.
Ketika disinggung 5 calon yang maju di Pilwako Pekanbaru, pensiunan guru ini mengaku melihat dari rekam jejak calon. Ia menginginkan calon yang bersih dan bebas dari masalah hukum.
“Karena bebas dari masalah hukum itu merupakan bukti pejabat itu jujur dalam menjalankan amanah,” katanya.
Kelima calon yang menurutnya bersih dan berintegritas, bebas dan permasalahan hukum adalah pasangan Nomor urut 4 Edy Nasution-Destrayani Bibra.
“Mereka ini juga mantan pejabat, bahkan pemimpin. Sampai hari ini saya tidak pernah dengar dan melihat ada mereka terlibat permasalahan. Khususnya Edy Nasution yang menjabat mulai dari Danrem, Wakili Gubernur hingga Gubernur Riau. Pasangan ini cocok untuk menjadi pemimpin kota Pekanbaru,” katanya.
Kota Pekanbaru ini kota besar di Riau yang perkembangannya juga pesat. Artinya, pengaruhnya juga besar terhadap masyarakat maupun daerah. Baik dalam persaingan perekonomian, pendidikan, ragam kehidupan, lingkungan maupun lainya yang butuh manajemen terukur dan pemimpin tegas.
“Kita bukan mengatakan pemimpin Pekanbaru tidak bagus, tapi jika kita lihat dari pemimpin sebelumnya yang mengembangkan Kota Pekanbaru, berapa akhir tahun ini memang jauh beda,” ujarnya
Jadi, sangat benar apa yang disampaikan Calon Walikota Edy Nasution. Jika pemimpin itu tidak boleh tersandra. Karena jika tersandra itulah, tidak bisa bebas dalam mebuat kebijakan, meskipun tentang kepentingan masyarakar maupun daerah.
“Saya yakin, jika Edy Nasution-Bibra duduk dan terpilih akan membawa perubahan untuk kota Pekanbaru kedepan,” tuturnya.
Irwansyah juga mengapresiasi simbol PATEN yang digunakan pasangan Edy Nasution-Bibra, dimana artinya menggambarkan dan sesuai dengan pengalaman dan program yang telah dijalankan. Terutama membesarkan agama yang tanggungjawabnya juga pada Allah SWT.
MEMAKNAI AKRONIM PATEN
1. PENGAYOM -Masyarakat Okura sudah merasakan dan membuktikan sendiri bagaimana ketika Edy Nasution menjadi Gubernur Riau, hanya dalam tempo 1.5 bulan beliau mampu menyelesaikan konflik lahan yang terjadi antara masyarakat Okura dengan PT. SIR yang selama puluhan tahun tak pernah kunjung selesai demi memperjuangkan hak mereka sebagai masyarakat tempatan. Di sinilah peran Edy sebagai pengayom sangat dirasakan oleh masyarakat.
2. AGAMIS – Edy Nasution bersama KH. Zulhusni Domo dan kawan-kawan, mampu menggerakkan masyarakat Riau untuk melaksanakan sholat berjemaah di Mesjid secara istiqomah. Bahkan beliau selalu hadir dalam setiap *Gerakan Sholat Subuh Berjemaah (GSSB)* dan secara rutin juga memberikan tausiah. Tidak hanya itu, Edy juga aktif mengisi khotbah Jumat di berbagai mesjid di Provinsi Riau, khususnya di kota Pekanbaru dalam berbagai kesempatan.
3. TEGAS – Kita semua tau bagaimana ketegasan seorang Edy Nasution dalam menegakkan aturan dikala berdinas. Didalam setiap menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan menegakkan aturan dan Undang-undang beliau tak pernah mau berkompromi sedikitpun untuk menyimpang dari aturan.
4. ENERGIK – Edy Nasution selalu tampil semangat dan percaya diri meskipun dari segi usia beliau termasuk sangat senior, itu pula yang menyebabkan banyak anak muda lebih suka memanggil beliau dengan panggilan Ayah.
5. NASIONALIS – Edy Nasution sangat memperhatikan keberagaman. Di kalangan antar organisasi paguyuban, etnis, pemeluk agama yang berbeda, beliau sangat mengedepankan toleransi dan menghargai perbedaan. Bahkan beliau merupakan pembina di *Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)* Provinsi Riau.(dre)
Pekanbaru Pos Riau