Rabu , 10 Juni 2026
Nasrudin Edo

Bawaslu Rohil Proses Oknum Satpol PP Pelaku Money Politik di Pujud

BAGANSIAPIAPI (pekanbarupos.co) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rohil tengah memproses laporan Panwascam Pujud terkait tangkap tangan dua orang oknum Satpol PP pelaku money politik di Kecamatan Pujud.

Sebelumnya, serangan fajar itu menjadi tranding topik di musim pilkada tahun ini. Dua kalimat tersebut diartikan dengan imbalan yang diberikan kepada seseorang untuk memilih calon tertentu. Kecurangan tersebut sengaja dilakukan untuk mempengaruhi warga untuk meraih kemenangan. Pilkada serentak 2024 di Rokan Hilir kali ini dibuat heboh akan fenomena tersebut.

Jagad sosial media Rokan Hilir di hebohkan dengan beredarnya video dua orang pemuda diduga oknum honorer salah satu instansi di Pemkab Rokan Hilir membagi bagikan amplop dimalam jelang pencoblosan bupati dan wakil Bupati. Dalam keterangan disebutkan kejadian tersebut berlokasi di kecamatan Pujud Kabupaten Rokan Hilir.

Video siaran langsung yang beredar luas ini, berawal dari dua orang pemuda yang mendatangi rumah-rumah warga dengan memberikan amplop putih berisi uang Rp 200 ribuan lengkap dengan surat suara salah satu calon. Tak terima akan hal itu, warga pun membawa pemuda tersebut ke kantor panwascam untuk tindakan selanjutnya.

Tentang keabsahan video tersebut, Bawaslu Rohil melalui Kordiv Penangangan Pelanggaran Datin Nasrudin melalui seluler miliknya, Rabu (4/12) mengatakan bahwa pihaknya sudah mendapatkan laporan dari Panwascam.

“Perihal Kejadian tangkap tangan dugaan Money Politik di Kecamatan Pujud, kami dari Pihak Bawaslu sudah menerima Laporan yang masuk ke Panwascam Pujud tadi malam sekitar pukul 23. 00 WIB . Dimana pihak pelapor melaporkan peristiwa tangkap tangan tersebut,” terangnya.

Dikatakan, untuk laporan tersebut pihak Bawaslu akan melakukan kajian awal dan akan membahas bersama Sentra Gakkumdu.

“Jadi saya berharap selaku Kordiv Penanganan Pelanggaran Bawaslu Rohil untuk Kedua Tim Paslon dan masyarakat agar bersabar kami tetap proses sesuai prosedur untuk mencari fakta sebenarnya,” tegasnya.

Saat dikonfirmasi apakah pelaku memang tim salah satu Paslon atau tidak, ia belum bisa pastikan.

“Dari keterangan pelapor diduga pelaku ada dua orang yg berkerja sebagai Satpol PP,” tutupnya (ian)

About Jun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *