Sabtu , 29 Agustus 2026
Foto Ppco : Ketum MUI Rohil H Suhaimi Hasyim SAg.

Hargai Bulan Ramadhan, Ketum MUI Rohil Minta Gelper Ditutup

BAGANSIAPIAPI (pekanbarupos.co) – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) H Suhaimi Hasyim SAg mengimbau dan meminta segala aktifitas gelanggang permainan (Gelper) ditutup.

Dikatakan H Suhaimi, bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang suci bagi umat Islam dan karenanya kewajiban berpuasa termasuk rukun Islam yang ke 4 (empat).

Dalam kaitan ini Ketua Umum MUI Kabupaten Rokan Hilir H Suhaimi Hasyim menekankan untuk umat Islam khususnya memaksimalkan Ramadhan ini sebagai bulan untuk memperbanyak amal ibadah kepada Allah SWT.

Untuk itu, tempat hiburan dan gelanggang perjudian, hal ini sesungguhnya amat sangat dilarang oleh Allah seperti termaktub dalam Al Qur’an surah Al Maidah ayat 90 : “Wahai orang-orang yang beriman sesungguhnya minuman keras, berjudi, berhala dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan.”

Oleh sebab itu MUI Rohil menghimbau kesadaran penuh dan menghargai bulan suci Ramadhan ini dengan sikap menutup semua tempat hiburan dan perjudian. Baik itu di sekitar Ibu Kota Bagansiapiapi, maupun seluruh wilayah Kabupaten Rokan Hilir.

Ketika awak media mempertanyakan soal aktifitas rumah makan dan kedai-kedai kopi, H Suhaimi Hasyim yang juga Kepala Seksi Bimas Islam mengatakan bahwa Ramadhan juga bulan untuk mendidik dan melatih kerukunan antar dan intern umat beragama.

“Kita memahami dalam keadaan tertentu, seperti sakit atau wanita yang berhalangan tentu tidak ada kewajibannya untuk berpuasa. Maka terhadap rumah makan atau kedai-kedai kopi silakan saja buka dengan tetap menghormati dan menghargai masyarakat yang sedang menunaikan ibadah puasa,” ungkap Suhaimi.

Kendati, katanya, tentu saja dengan memakai tirai penutup bagi rumah makan, lalu kemudian masih ada yang masuk untuk makan atau ngopi anggap saja mereka lagi sakit atau berhalangan.

“Islam mengajarkan bahwa malu adalah bagian dari iman, maka terpulanglah kepada kesadaran sendiri dalam memahami syari’at ini,” tutup Suhaimi.

Untuk diketahui, sejumlah tempat perjudian Gelper masih beraktivitas sampai detik ini, seperti Gelper di jalan lintas Bagansiapiapi, Kepenghuluan Mukti Jaya maupun di seputar kota Bagansiapiapi. Sesungguhnya, sejak lama keberadaan Gelper ini sangat meresahkan masyarakat, namun tidak ada tindakan nyata dari aparat keamanan untuk menindaklanjuti. (iin)

About Jun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *