PEKANBARU (pekanbarupos.co)– Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah Provinsi Riau meninggalkan dampak psikologis yang cukup besar bagi semua kalangan. Salah satu kelompok usia yang paling rentan terhadap dampak ini adalah anak usia dini.
Dalam rangka membantu anak-anak untuk mengatasi trauma tersebut maka tim Pengabdian Program studi bersama HIMA PG PAUD FKIP Universitas Riau menyelenggarakan rangkaian kegiatan yang menarik sehingga akan membantu anak untuk mengatasi dampak banjir.
Kegiatan tersebut berlangsung pada tanggal 20 Maret 2025 dan lokasinya berada di TK Al Munawwarah, Kecamatan Rumbai. Jumlah peserta terdiri dari 80 anak yang berasal dari beberapa TK dan SD yang berdekatan dengan lokasi dilaksanakannya kegiatan ini.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah membantu anak-anak mengatasi trauma serta memberikan pendidikan kebencanaan terkait dengan mitigasi bencana banjir serta langkah-langkah yang perlu diketahui anak ketika banjir melanda lingkungan sekitarnya.
Rangkaian Kegiatan Trauma Healing diawali dengan story-telling yang memiliki tema mitigasi bencana banjir. Selanjutnya, anak-anak terlibat secara aktif dalam permainan motorik kasar yang berlangsung di luar kelas. Salah satu permainan yang dilakukan adalah mencocokkan tangan dan kaki, yang bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan keterampilan motorik anak-anak. Permainan selanjutnya adalah memilah sampah dan mengisinya sesuai dengan jenis sampah. Misalnya anak memasukkan sampah plastik ke dalam tempat sampah yang diperuntukkan untuk sampah berbahan plastik. Permainan memilah sampah ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran anak untuk membuang sampah ke tempat yang tersedia serta tidak membuang sampah ke sungai.
Kegiatan penutup adalah menghias tempat sampah serta menggambar pengalaman anak selama banjir di daerah tempat tinggal mereka. Aktivitas ini bertujuan untuk membangun keterampilan kolaboratif dan kesadaran anak akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Melalui kegiatan menggambar banjir, anak dapat mengekspresikan pengalaman dan perasaan saat banjir serta memahami beberapa tindakan penting dalam mitigasi bencana banjir. Sehingga kedepannya anak-anak akan ikut berpartisipasi dalam mitigasi banjir di lingkungan tempat tinggalnya.
Aktivitas ini tidak hanya menambah pengetahuan dan keterampilan anak tapi juga memberikan hiburan yang membantu anak melupakan trauma yang dimiliki anak setelah bencana banjir surut. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan di berbagai daerah terdampak bencana untuk memberikan dukungan psikologis bagi anak-anak serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari banjir.(rls/mzi)
Pekanbaru Pos Riau