Rabu , 17 Juni 2026

Bupati Suhardiman Ancam Potong TPP bagi ASN Pemalas dan tak Penuhi Target Kinerja

KUANSING (Pekanbarupos.co)–Bupati Kuansing Suhardiman Amby meminta seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melaporkan absensi aparatur sipil negara (ASN) di hari pertama kerja usai libur panjang dan cuti bersama Idul Fitri 1446 Hijriyah.

Dalam apel pagi yang digelar di lapangan Komplek Perkantoran Pemkab Kuansing, Suhardiman Amby mengintruksikan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) untuk mendata ASN yang tidak masuk di hari pertama kerja, Selasa (8/3/2025).

“Saya sudah minta kepada BKPP untuk koneksikan absensi pegawai yang tidak masuk pada hari pertama kerja untuk dilakukan pemotongan tambahan penghasilan pegawai (TPP),” ujar Bupati.

Bahkan Suhardiman tak segan-segan menghilangkan TPP satu bulan bagi ASN yang tak masuk kerja selama tiga kali berturut-turut.

Hal ini kata Suhardiman, sebagai bentuk pendisiplinan ASN di lingkungan Pemkab Kuansing.

“Ini adalah upaya kami dalam menghilangkan kebiasaan lama dan untuk meningkatkan pelayanan masyarakat,” ujar Suhardiman.

Menurut Suhardiman Amby anggaran TPP ASN di APBD Kuansing sangat besar. Seharusnya besaran anggaran TPP tersebut selaras dengan kedisiplinan pegawai dan pelayanan yang optimal.

“Sangat besar, per bulannya itu sekitar Rp 12 miliar yang kita keluarkan untuk TPP ASN,” ujarnya.

Bupati pun mengingatkan kepada para ASN jika ia tak segan-segan untuk menghapus TPP bagi ASN yang pemalas.

Masih kata Bupati, ASN yang tak memiliki integritas dan ASN yang tidak memenuhi capaian target kinerja akan menjadi target pemotongan TPP.

“TPP adalah hak mutlak bupati dan wakil bupati, mau dibayarkan atau tidak. Itu (TPP, red) kan hanya reward untuk memotivasi pegawai,” jelas Suhardiman Amby.(cil)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *