INHU (pekanbarupos.co) – Warga Desa Tani Makmur di Kecamatan Rengat Barat kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau mengatakan kepemimpinan Muhammad Sulistiono pasca dilantik sebagai Kepala Desa (Kades) Tani Makmur sejak tahun 2021 hingga sekarang dianggap tidak transparan.
Kecurigaan warga semakin memuncak terhadap ketidak transfaransian Kades dalam mengelola pendapatan desa setelah dicantumkan papan APBDes tahun 2025 dengan asumsi PADes, nol.
Padahal menurut mantan Ketua RT ini ada banyak potensi PADes yang dapat dikelola langsung Pemerintah Desa maupun PADes yang dikelola langsung BUMDES dengan modal ratusan juta. “Kadang kami berpikir ada baiknya Jaksa kembali periksa keuangan desa kami seperti pernah terjadi tahun 2020 silam,” sebut Sulaeman Hasibuan (58), warga Dusun 1, Sabtu (24/5).
Terpisah Kades Tani Makmur Muhammad Sulistiono membantah tidak akuntabel dalam tata kelola PADes. “PADes tahun ini kan belum masuk, maka tidak kita cantumkan,” jawabnya.
Terkait potensi PADes dari sektor usaha BUMDES, Sulis justru menuduh Direktur BUMDES tidak pernah transparan karena PADes yang diterima Desa selama tiga tahun berjalan hanya Rp. 9 juta. “Yang tidak transparan itu Direktur BUMDES, bukan saya,” timpal Kades.
Parahnya lagi kata Kades, jumlah penyertaan modal ke BUMDES sejak tahun 2022 silam bersumber dari UED-SP Rp. 330 juta, ditambah penyertaan modal dari ADD sebesar Rp. 60 juta dan modal awal BUMDES Rp. 85 juta sehingga total modal usaha mencapai Rp. 475 juta.
Anehnya, kata Sulis, saldo akhir di rekening koran milik BUMDES hanya berkisar Rp. 320 juta. Berarti kan gak ada laba, tapi malah tekor jika ditinjau dari modal awal sebesar Rp. 475 juta,” urai Kades.
Kendati BUMDES diduga merugi, Kades selaku Komisaris bersama tiga orang pengurus BUMDES dan tiga orang pengawas BUMDES tetap dapat gaji. “Setiap bulannya gaji yang saya terima itu berkisar Rp.1 juta hingga Rp. 1,5 juta. Kalau pengurus lain saya gak tau,” ungkap Kades selaku Komisaris BUMDES.
Terpisah direktur BUMDES Suparmida, Minggu (25/5) membantah unit usaha yang dipimpinnya sejak tahun 2022 silam merugi.
Tapi aneh, Suparmida kembali mengaku saldo akhir rekening koran milik BUMDES hanya Rp. 250 juta karena sedang dipakai untuk bayar pinjaman tenaga kerja borongan di perkebunan kelapa sawit PT Inecda Plantation. “Modal awal itu bukan tekor, tapi sedang saya pegang untuk persiapan pinjaman pekerja,” terangnya. (San)
Pekanbaru Pos Riau