Rabu , 24 Juni 2026

Diusulkan Jadi Daerah Istimewa, Gubri Abdul Wahid Yakin Bawa Kebaikan Besar Untuk Riau

PEKANBARU (pekanbarupos.co) – Provinsi Riau termasuk satu dari enam provinsi yang diusulkan jadi daerah istimewa.

Usulan tersebut sesuai informasi dari Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Otda Kemendagri), Akmal Malik, saat kegiatan dengar pendapat dengan Komisi II DPR RI beberapa waktu lalu.

Adapun enam daerah tersebut yaitu, Solo (Jawa Tengah) Sumatera Barat, Sulawesi Tengah, Riau, Jawa Barat dan Cirebon (Jawa Barat).

Usulan untuk Riau menjadi daerah istimewa alasannya, karena Riau termasuk salah satu daerah yang ber sumbangsih besar terhadap perjuangan kemerdekaan dan pembangunan Indonesia, seperti sumbangsih Kesultanan Siak.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Riau (Gubri) H. Abdul Wahid menyatakan mendukung penuh  hal tersebut, di mana hal ini juga merupakan keinginan luhur masyarakat Riau untuk mewujudkan Daerah Istimewa Riau (DIR).

Hal tersebut diungkapkan Gubri Wahid saat menerima kunjungan Badan Pekerja Perwujudan Daerah Istimewa Riau (DPP DIR), Senin pagi (26/05/2025), di Kantor Gubernur Riau. Yang juga dihadiri Ketum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Provinsi Riau Datuk Seri Marjohan Yusuf, Ketua BPP DIR yang juga Ketum DPH LAMR Provinsi Riau Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, Bendahara BPP DIR Datuk M. Fadli

Serta sejumlah elemen masyarakat seperti Ketua Majelis Ulama Riau Prof Dr Ilyas Husti MA, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama KH. Abdurrahman Qoharudin, Ketua Forom Pembauran Kebangsaan Auni M. Nur, Ketua Dunia Melayu Dunia Islam Masyrul Kasmi, Ketua Ijtihadul Mubalighin Ust Ayub Nahar, dan Ketua Muslimat NU Hj Dinawati.

Abdul Wahid cukup bangga usulan tersebut karena juga meyakini Daerah Istimewah Riau bisa memberi kebaikan besar bagi daerah.

“Saya sangat senang dan bahagia karena tim pekerja daerah istimewa Riau yang dibentuk LAMR sudah bergerak. Saya mendukung penuh untuk mewujudkan daerah istimewa Riau yang dilakukan ini,” katanya.

Ia mengatakan, jika saat ini menunggu laporan apa saja yang sudah dilakukan tim Perwujudan dibawa LAM Riau. “Saya melihat bahwa tim perwujudan daerah istimewa Riau ini bergerak cepat,” ujarnya.

Abdul Wahid juga menegaskan, agar BPP DIR tidak segan-segan menyampaikan kepadanya kalau ada kendala serta langsung memerintahkan Asisten I Zulkifli untuk menjembatani dukungan Pemprov Riau dengan BPP DIR untuk mewujudkan daerah Riau Istimewa.

Sementara Ketua BPP DIR Datuk Seri Taufik dalam laporannya menyebutkan, sejauh ini sudah melaksanakan berbagai kegiatan di antarannya bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 20 Mei, menggelar Maklumat Daerah Istimewa Riau, Terima Kasih Indonesia, di balai adat LAMR. Ini dilanjutkan dengan doa bersama dalam acara Majelis Zikir LAMR.

Selain itu, ia juga menjelaskan jika saat ini sedang menyusun naskah akademis yang dipimpin Prof Dr Junaidi, M. Him.  Tim mulai turun ke daerah untuk sosialisasi dan menerima dukungan dari berbagai kalangan yang terus mengalir.

Diharapkan, paling lambat, usulan DIR sudah dapat diajukan pada Agustus mendatang, sempena hari Jadi Riau tahun ke-68, 9 Agustus 2025.

Ketum DPH LAMR Provinsi Riau Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, mengatakan, Riau dijadikan daerah istimewa dengan mengusung peradaban Melayu yang dirajut oleh sejarah panjang.

Sepekan lalu, sambung Datuk Seri Taufik, BPP DIR bertemu dengan  Ketua DPRD Riau Kaderismanto. Pada pertemuan itu, Ketua DPRD Riau menyatatakan siap mendorong terwujudnya daerah istimewa Riau.

Hal senada juga disampaikan Ketua MUI Ilyas Husti, daerah istimewa Riau merupakan hak dan harus diperjuangkan berbagai komponen masyarakat.

“Ini kesempatan cukup baik untuk Riau dan masyarakat kedepan,” tuturnya.(dre).

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *