
KUANSING (Pekanbarupos.co)- Jamaah haji asal Kabupaten Kuansing yang tergabung dalam Kloter 10 BTH mendapatkan pemantapan manasik pra Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) dari pembimbing langsung di Makkah.
Kegiatan pra manasik ini sebagai persiapan menyambut puncak ibadah haji di Armuzna. Kloter 10 BTH ini terdiri dari jamaah asal Kabupaten Kuansing dan Indragiri Hulu.
Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kuansing H Suhelmon MA. Ia mengatakan pemantapan manasik tersebut disampaikan oleh Pembimbing Ibadah Kloter 10 BTH.
“Saat ini jamaah sedang mempersiapkan pemantapan manasik pra Armuzna, kajian umum Qiyamullail, ibadah rutin, waqaf Alquran,” ungkap Suhelmon kepada Pekanbaru Pos, kemarin.
Menurutnya, pemantapan manasik ini dilakukan agar jamaah tidak bingung saat menjalankan rukun dan wajib haji, terutama saat puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Ia menekankan pentingnya kesiapan mental dan fisik jamaah dalam menghadapi rangkaian ibadah yang sangat melelahkan.
“Kami mengimbau seluruh jamaah untuk menjaga kesehatan, banyak beristirahat, dan tidak memaksakan diri saat merasa lelah. Setiap tahapan ibadah ada waktunya,” tambahnya.
Selain itu, Suhelmon juga mengingatkan jamaah untuk selalu mengikuti arahan dan instruksi petugas agar pelaksanaan ibadah berjalan lancar dan khusyuk.
“Ikuti jadwal serta instruksi petugas dengan seksama,” tegasnya.
Masih kata Suhelmon bahwa kondisi jamaah dari Kabupaten Kuansing dalam keadaan sehat dan siap menjalani puncak ibadah.
“Alhamdulillah, secara umum jamaah kita sehat,” katanya.
Sampai saat ini, tutur Suhelmon, informasi dari petugas kloter, jamaah asal Kuansing yang tergabung dalam kloter 10 BTH tidak ada yang dirawat di Rumah Sakit (RS).Tim kesehatan kloter juga aktif memantau dan memberikan pelayanan medis secara berkala.
“Sebelumnya ada yang dirawat, tapi itu jamaah dari Inhu. Kita doakan jamaah kita lancar dan selamat sampai ke tanah air,” katanya.(cil)
Pekanbaru Pos Riau