Rabu , 14 Januari 2026
Forkopimda Inhu sampaikan belasungkawa.

Sambangi Orang Tua Siswa SD Korban Perundungan di Inhu, Forkompinda Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi

INHU (pekanbarupos.co) – Rombongan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pemkab Inhu mengatakan insiden perundungan kepada seorang siswa SDN di Desa Buluh Rampai Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau pekan kemarin tidak terpancing isu rasis.

Imbauan ini disampaikan Kapolres Inhu AKBP Fahrian Saleh Siregar disela kunjungannya bersama Forkopimda kerumah duka, Minggu (1/6/) malam. “Kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang, mempercayakan proses hukum kepada kami, dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan di media sosial,” imbuh Kapolres.

Penyebab tewasnya almarhum inisial KB siswa kelas II SD itu masih dalam proses penyelidikan termasuk menunggu hasil otopsi untuk mengungkap penyebab kematian korban. “Kami turut berduka yang sedalam-dalamnya dan kepolisian akan terus melakukan penyelidikan,” kata Kapolres sampaikan belasungkawa.

Rombongan Forkopimda yang terdiri dari Bupati Inhu Ade Agus Hartanto, Ketua DPRD S.P. Sinurat, Wakil Bupati Ir. Hendrizal serta pejabat lainnya disambut disambut keluarga almarhum, tokoh masyarakat, dan tokoh agama setempat.

Senada dengan Kapolres, Bupati Inhu juga menyampaikan hal serupa. Dalam sambutannya, ia meminta masyarakat tidak terpancing isu negatif dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada pihak berwenang. “Kami mohon masyarakat tetap tenang. Proses hukum sedang berjalan dan akan ditangani secara profesional,” imbuhnya.

Pihak keluarga diwakili Ketua Persatuan Batak Seberida, Jadiaman Butar-Butar yang juga sebagai pelapor dalam perkara ini yang merupakan kerabat korban menyampaikan terima kasih atas kunjungan Forkopimda.

Dalam ungkapannya, keluarga mengisahkan kondisi almarhum sebelum meninggal termasuk keluhan sakit pada bagian perut. “Kami dari fihak keluarga berharap keadilan bisa ditegakkan, dan kebenaran segera terungkap,” harapnya.

Ketua DPRD Inhu SP Sinurat mengatakan kunjungan Forkopimda Inhu ini tidak hanya menjadi wujud empati tetapi menunjukkan keseriusan pemerintah dan aparat dalam menangani persoalan yang menyangkut keselamatan siswa di lingkungan pendidikan.

Forkopimda memberikan bantuan dan santunan kepada keluarga korban sebagai bentuk dukungan dan kepedulian.

Melalui kegiatan ini, Forkopimda mengajak masyarakat untuk tetap bersatu, menjaga kondusivitas, dan tidak menyebarkan isu-isu yang bisa memperkeruh suasana. “Semua pihak diimbau menahan diri dan menghormati proses hukum yang tengah berjalan dengan menggiring opini untuk memperkeruh suasana,” imbuhnya.

Dari berbagai sumber dipercaya almarhum inisial KB menghembuskan nafas terakhir ditengah perawatan medis di RSUD Indrasari Rengat, Senin (26/5) pekan kemarin setelah beberapa hari sebelumnya menjadi korban perundungan oleh Kakak Kelas.

Untuk memastikan penyebab kematian korban, keluarga memutuskan dilakukan outopsi. (San)

About junaidi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *