Rabu , 24 Juni 2026

DPR RI-BGN Dorong Pemenuhan Gizi Anak dan Ibu di Bagansiapiapi

ROHIL (pekanbarupos.co)-Sekitar 300 peserta memadati Lapangan Pusara 1, Bagan Punak Pesisir, Bagansiapiapi dalam kegiatan Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Komisi IX DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN).

Sosialisasi program MBG dihadiri anggota Komisi IX DPR RI Maharani, Analis Madya Deputi Penyaluran Wilayah II BGN, Herry Setyadi Dewanto dan Staff PKM Bagansiapiapi, Elia S Simbolon.

Anggota Komisi IX DPR RI Maharani menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap program baru ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan gizi.

“Mari kita dukung bersama Program MBG demi mewujudkan Generasi Emas 2045. Saya yakin, dalam 20 tahun ke depan, anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, sehat dan berdaya saing,” ujar Maharani.

Lebih lanjut, Maharani menekankan bahwa manfaat program ini tak hanya dirasakan oleh anak-anak, tetapi juga oleh para orang tua dan masyarakat umum melalui terbukanya peluang kerja dan kebutuhan akan pasokan bahan pangan seperti telur, daging, dan ikan untuk mendukung operasional SPPG.

Sementara itu, perwakilan dari PKM Bagansiapiapi, Elia S Simbolon menyoroti pentingnya asupan gizi yang seimbang bagi tumbuh kembang anak. Ia menyampaikan bahwa dengan adanya program MBG, kebutuhan gizi bagi kelompok rentan seperti balita, ibu menyusui, dan ibu hamil dapat lebih terjamin.

Analis Madya Deputi Penyaluran Wilayah II BGN Herry Setyadi Dewanto, menyampaikan bahwa program MBG merupakan bagian dari upaya strategis dalam mendukung agenda pembangunan SDM yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Program MBG dari BGN tidak hanya memberikan asupan makanan bergizi, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam pemerataan pembangunan kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Herry menambahkan bahwa program MBG dirancang secara sistematis untuk menjangkau kelompok penerima manfaat yang paling membutuhkan, khususnya anak-anak sekolah, balita, dan ibu hamil yang rentan terhadap permasalahan kekurangan gizi.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal yang konkret dalam upaya pemerintah memperkuat ketahanan gizi masyarakat dan mendukung terwujudnya generasi masa depan yang lebih sehat dan berkualitas,” tuturnya.

Berdasarkan riset, Indonesia diproyeksikan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045 dan program ini dapat menjadi pilar penting dalam mendukung generasi muda yang sehat, produktif dan siap bersaing di masa depan.(yan)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *