Kamis , 30 April 2026

Mantap, 2026 Seluruh Pelosok Desa dan Dusun di Riau Dialiri Listrik

PEKANBARU (pekanbarupos.co) – Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid targetkan tahun 2026 mendatang seluruh pelosok desa di Riau sudah masuk listrik.

Hal itu diungkapkan Abdul Wahid saat memimpin rapat pembahasan penguatan sistem kelistrikan di Provinsi Riau bersama Direktur PLN dan anggota Komisi XII DPR RI Iyeth Bustami. Selasa (10/6/2025) di Ruang Rapat Bandara VVIP Lancang Kuning, Pekanbaru.

Dikatakannya, jika rapat tersebut menyoroti percepatan pembangunan infrastruktur listrik hingga pengembangan kawasan industri baru yang membutuhkan pasokan daya tinggi.

“Kita menargetkan listrik tuntas tahun 2026 ini juga menimbang pertumbuhan ekonomi. Lalu sampai tertunda sampai tahun depannya lagi seperti 2027, itu bisa menimbulkan kerugian ekonomi di pedesaan,” katanya.

Kelistrikan ini tambahnya, salah satu yang tidak bisa diabaikan. Karena listrik termasuk salah satu motor penggerak penunjang ekonomi. Sedangkan rencana pembangunan kawasan industri baru akan dipercepat di beberapa daerah yang masih kurang kelistrikan. Seperti di daerah Bukit Batu, Pulau Bengkalis, dan kawasan ekonomi khusus di Pulau Rangsang.

“Pasokan listrik cukup krusialnya di pedesaan ini, maka itu kita upayakan mendapat pasokan listrik yang andal dan stabil. Karena ini juga akan dapat menarik investasi ke depan,” ujarnya.

Selain itu, ia berharap PLN dapat mempercepat realisasi di lapangan, terutama di wilayah seperti Bengkalis yang masih mengandalkan genset. Saat ini, beberapa wilayah kepulauan seperti Pulau Bengkalis dan Pulau Rangsang masih sangat bergantung pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

“Kalau listrik bisa masuk ke semua wilayah, pemerintah akan lebih ringan bebannya. Investasi akan masuk, lapangan kerja terbuka, dan pendapatan pajak meningkat,” kata Wahid.

Sementara Direktur Distribusi PLN, Andi Priyanto dalam paparannya menyampaikan komitmen untuk mengganti sistem tersebut dengan kabel laut tegangan tinggi. Transisi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan energi, sejalan dengan visi energi bersih.

Provinsi Riau memiliki posisi yang sangat strategis di tengah Pulau Sumatera. Riau berfungsi sebagai simpul penghubung sistem kelistrikan Sumatera bagian selatan dan utara melalui jaringan backbone 275 kV dan 500 kV. Posisi ini menjadikan Riau sebagai tulang punggung penting dalam stabilitas pasokan listrik regional.

“Selain jaringan utama, pemerintah juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur pendukung seperti gardu induk dan trafo. Infrastruktur ini esensial dalam mendistribusikan listrik secara merata dan stabil hingga ke titik-titik terjauh, memastikan setiap rumah tangga dan industri mendapatkan pasokan yang cukup,” katanya.

Dengan sinergi antara Pemerintah Provinsi Riau dan PLN, target percepatan kelistrikan dapat tercapai. Ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga tentang menciptakan fondasi kuat untuk pertumbuhan ekonomi inklusif dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok Riau, tuturnya.(dre)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *