Selasa , 17 Maret 2026
Kasi Intel Korem Letkol Frans dan Randy dari Tim Satgas PKH saat acara silaturahmi bersama insan pers di Riau.

Silaturahmi Korem 031 Wira Bima Bersama Wartawan Soroti TNTN

Riau (pekanbarupos co) – Kasus Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan, Riau yang yang sedang ditangani Tim Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menjadi bahasan menarik dalam acara silaturahmi antara Komando Resor Militer (Korem) 031/Wira Bima bersama insan pers di Riau.

Dalam acara yang dilaksanakan, Jumat (27/6/2025) malam di Caffe Kangen 49, Jalan Sultan Syarif Qasim, Kota Pekanbaru ini juga dihadiri Satgas PKH yang diwakili Randy Bhramantyo dari Deputi Investigasi BPKP.

Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Sugiyono diwakili Kepala Seksi Intelijen Letkol CPN Fransiskus Hendra Gunawan.

”Saya mewakili bapak Danrem menyampaikan permohonan maaf. Beliau tidak bisa hadir karena ada urusan penting. Saya juga ucapkan terima kasih atas kehadiran rekan-rekan media,” kata Frans yang merupakan putra asli Riau, Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) ini.

Letkol Frans mengapresiasi peran media dalam menjaga alur informasi yang sehat di tengah masyarakat. Dia juga menyampaikan harapannya agar sinergitas antara TNI dan insan pers bisa terus terjalin dan ditingkatkan secara berkelanjutan.

”Saya sudah dua bulan menjabat di Pekanbaru, saya merasa senang bisa bersinergi dengan teman-teman media. Fungsi kita hampir sama, hanya berbeda ruang kerja. Saya di dalam institusi, rekan-rekan media menyampaikan ke publik,” ucapnya.

Frans juga menyinggung kasus TNTN, yang kini menjadi perhatian internasional. Menurutnya, keberadaan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) merupakan bentuk komitmen negara untuk menyelamatkan kawasan konservasi tersebut.

”TNTN punya kita, nafas kita paru-paru dunia. Tapi saat ini kondisinya sangat memprihatinkan karena maraknya perkebunan sawit ilegal. Dugaan kuat ada keterlibatan oknum-oknum pengusaha nakal yang merambah kawasan hutan,” tegas Frans.

Menurut dia, pendekatan yang dilakukan Satgas PKH lebih mengedepankan cara-cara persuasif dan merangkul masyarakat lokal. ”Kami tanya langsung ke anggota yang tergabung di Satgas. Pendekatan utamanya bukan represif, tapi merangkul masyarakat untuk bersama menjaga kawasan TNTN,” katanya .

Frans juga menegaskan pentingnya peran media dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pemberantasan praktik perusakan hutan.

”Kami mengajak awak media untuk ikut menjaga Provinsi Riau dari pihak-pihak yang ingin merusak kekayaan alam demi kepentingan pribadi,” ungkapnya.

 

About junaidi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *