PELALAWAN (pekanbarupos.co) – Suasana duka menyelimuti Kabupaten Pelalawan, Riau, setelah sebuah kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di jalan lintas Pangkalan Kerinci – Pekanbaru, tepatnya di kawasan perkebunan yang minim penerangan.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Minggu malam, 20 Juli 2025, sekitar pukul 22.00 WIB, dan menelan lima korban jiwa serta empat orang luka-luka.
Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, S.I.K., M.H., bersama Kepala PT. Jasa Raharja Riau, M. Hidayat, S.E., langsung turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan serta monitoring mendalam atas kejadian yang digolongkan sebagai laka menonjol ini.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Subdit Gakkum Ditlantas Polda Riau, kecelakaan melibatkan tiga kendaraan Nissan Truck Tronton BH 8241 HN, Hino Truck Balak BM 9887 AV, dan Daihatsu Grand Max D 1239 ZB.
“Diduga, kecelakaan bermula saat truk tronton NISSAN berhenti di tanjakan akibat kehabisan bahan bakar. Di lokasi yang gelap tanpa penerangan jalan, kendaraan tersebut hanya menyalakan lampu hazard tanpa rambu-rambu peringatan tambahan “, jelas Dirlantas Polda Riau.
Menurutnya, kejadian berawal dari truk HINO Balak yang dikemudikan oleh Sdr. SM (74) dari arah yang sama, berusaha menyalip. Namun nahas, dari arah berlawanan melaju sebuah dump truck yang tak diketahui identitasnya. Karena panik, pengemudi HINO membanting setir ke kiri dan menabrak truk NISSAN yang sedang berhenti. Kendaraan HINO terguling dan masuk ke parit.
“Kondisi makin parah ketika rem truk HINO diduga tidak berfungsi (rem blong) dan truk itu mundur tak terkendali, lalu menghantam mobil Grand Max yang dikemudikan Sdr. Khairul (49 tahun) dengan tujuh penumpang. Mobil tersebut pun terseret dan masuk ke dalam parit, menyebabkan kerusakan berat dan korban jiwa “, tambah Kombes Taufiq.
Dan atas kejadian ini total korban mencapai 9 orang, terdiri dari 5 orang meninggal dunia, tiga di antaranya meninggal di tempat kejadian, dua lainnya di rumah sakit, 2 orang luka berat, dan 2 orang luka ringan.
“Para korban sebagian besar merupakan penumpang dari mobil Grand Max “, ungkap nya.
Pihak Ditlantas Polda Riau mengimbau para pengemudi angkutan barang untuk selalu memastikan kelayakan kendaraan dan mematuhi standar keselamatan, terutama saat melintas di daerah rawan dan minim penerangan.(fiq)
Pekanbaru Pos Riau