
PEKANBARU (pekanbarupos.co) – Sempat diselimuti kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), kini langit di Riau mulai kembali nampak membiru.
Berapa hari terakhir ini, hujan pun mulai turun di beberapa wilayah di Riau. Sehingga cuaca pun mulai kembali segar yang tidak lagi tercium kabut asap yang menyengat hidung.
Terkait hujan ini, memang tidak bisa dipastikan berkat kerja keras jajaran Satgas Karhutla dalam membuat hujan buatan atau memang kehendak Allah SWT untuk Riau. Tapi semua ini harus bersyukur dan percaya jika semua ini tidak lepas dari doa dan upaya. Karena Allah SWT akan meberikan segalanya jika diminta dan berupaya seperti yang dilakukan satgas Karhutla menangani Karhutla di Riau.
Jadi secara keyakinan hujan di Riau bisa diselesaikan yakini berkat kerja keras seluruh jajaran Satgas Karhutla dan dia masyarakatkan di Riau yang dikabulkan Allah SWT.
Hal ini juga sesuai komitmen pemerintah bersama seluruh jajaran, seperti yang disampaikan kepala BNPB sebelumnya untuk kembali membuat langit Riau membiru bebas dari kabut asap dan Karhutla. Salah satunya dengan membuat hujan buatan.
Sesuai informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, titik panas (hotspot) di Riau sudah jauh menurun dibanding sebelumnya. Yaitu terpantau sekitar empat titik yang hanya di dua kabupaten kota. Tiga titik di Kabupaten Pelalawan dan satu tirik di Kabupaten Siak.
Penurunan titik panas ini, juga tidak lepas dari kerja keras Satgas Karhutla penganan dilapangan dan melakukan penyiraman/water bombing serta hujan buatan yang diperkirakan masih akan turun di sejumlah wilayah di Riau.
Penanganan Karhutla Riau termasuk cepat. Hal itu boleh dilihat setelah Gubernur Riau resmi menerapkan Riau sebagai status darurat Karhutla. Sehingga penganan bisa diintensifkan lebih baik lagi bersama pemerintah pusat.
Keberhasilan penganan Karhutla Riau pun mendapat apresiasi dari pemerintah pusat, dalam hal ini disampaikan lansung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia ( RI) Gibran Rakabuming Raka saat melakukan kunjungan kerja ke Riau. Senin (28/7/2025).
Gibran menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Gubernur Riau serta seluruh Satgas Karhutla atas kerja keras dalam menangani karhutla di wilayah Riau sampai kondisi karhutla di Riau sudah jauh lebih terkendali dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Saya sangat mengapresiasi Pak Gubernur dan seluruh jajaran. Karhutla di Riau sudah sangat berkurang. Ini menunjukkan kerja keras yang luar biasa dari semua pihak, terutama pemerintah daerah dan aparat di lapangan,” ujar Gibran.
Gibran juga mengapresiasi penegakan hukum yang dilakukan secara tegas. Ia menyebut, dari laporan yang diterimanya, sudah ada 51 orang yang ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus karhutla.
“Ini bukti bahwa penegakan hukum berjalan serius. Kita harus terus dorong agar tidak ada lagi pembukaan lahan dengan cara yang melanggar aturan,” tegasnya.
Sementara Deputi Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Mayjen TNI Budi Irawan menjelaskan bahwa kondisi karhutla di Riau saat ini sudah mulai menunjukkan penurunan yang signifikan. Ia menambahkan, beberapa daerah di Riau saat ini hanya tersisa titik hotspot saja.
“Alhamdulillah kita sudah bekerja keras, dan hasilnya titik api sudah mulai berkurang. Sekarang hanya tersisa hotspot-hotspot kecil saja,” jelasnya.
Mayjen TNI Budi Irawan juga menyinggung adanya informasi yang sempat berkembang di media sosial Malaysia mengenai dugaan kiriman asap dari Indonesia. Namun, informasi tersebut telah diklarifikasi secara resmi oleh pihak BMKG bahwa arah angin tidak membawa asap dari wilayah Riau ke negara tetangga.
“Kemarin ada isu dari media sosial Malaysia yang menyebut asap dari Riau mengarah ke sana, tapi hal itu telah dibantah oleh Kepala BMKG, tidak ada angin yang mengarah ke Malaysia. Itu sudah disampaikan langsung oleh Ibu Kepala BMKG,” terangnya.
Ia bahkan menegaskan bahwa asap yang terdeteksi di Malaysia bukan berasal dari Indonesia. Melainkan, adanya kebakaran hutan dan lahan di negara mereka.
“Jadi, kebakaran yang terjadi di sana adalah aktivitas di wilayah Malaysia sendiri. Untuk saat ini, alhamdulillah kondisi di Riau terkendali.” tegasnya.(dre)
Pekanbaru Pos Riau