Rabu , 11 Februari 2026

Jalan Menuju SMA Negeri 2 Pangkalan Kerinci Retak dan Terancam Ambruk

PANGKALANKERINCI(pekanbarupos.co)-Akses satu-satunya menuju SMAN 2 Pangkalan Kerinci kini berada di ujung kekhawatiran. Jalan aspal yang terletak di Jalan Batu Ampar, Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat, Kabupaten Pelalawan, Riau, tampak mulai merekah dan perlahan longsor. Di beberapa titik, retakan sudah menganga dan tebing tanah mulai tergerus.

Padahal, jalan ini menjadi jalur vital bagi ribuan pelajar, guru, dan warga sekitar. Setiap pagi dan siang, denyut kehidupan sekolah dan masyarakat menggantung pada jalur ini.

Jika jalan benar-benar ambruk, maka bukan hanya mobilitas yang terganggu, tapi juga masa depan generasi muda yang sedang menuntut ilmu.

Kerusakan tersebut diduga diperparah oleh curah hujan tinggi yang menggerus tebing di sisi jalan. Parahnya lagi, pengerukan tanah milik warga yang berdampingan dengan jalur tersebut menyebabkan ketidakseimbangan struktur tanah—membuat badan jalan makin rentan tergerus dan longsor.

Ketua Komite SMAN 2 Pangkalan Kerinci, H Junaidi Purba, ST, M.Si, mengakui bahwa pengerukan tanah warga turut memberi andil terhadap kerusakan.

“Iyo, sudah ada diinfokan ke ambo, yang punya tanah. Kemarin sudah ambo larang dio mengeruk ke arah jalan. Harusnya cukup level tanahnya. Tapi alhamdulillah, sekarang sudah off,” ujarnya Rabu (30/7/2025).

Politisi Partai Demokrat yang akrab disapa Bang Gope ini menegaskan pentingnya perhatian serius terhadap kondisi ini. Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menyampaikan kondisi tersebut ke Dinas PUPR Kabupaten Pelalawan.

“Nanti akan kita ajak pihak PUPR Pelalawan untuk mengecek lokasi. Mudah-mudahan ada solusi. Ini akses utama, urat nadi bagi pelajar, guru, dan masyarakat sekitar. Kalau sampai putus total, tentu akan sangat merugikan banyak pihak, terutama dunia pendidikan kita,” tegasnya.

Kini, masyarakat hanya bisa berharap langkah cepat dan nyata dari pemerintah daerah. Jangan sampai tindakan baru diambil ketika akses ini benar-benar terputus dan ribuan pelajar kehilangan jalan menuju masa depan.(amr)

 

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *