PEKANBARU (pekanbarupos.co)-Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah menggelar pengabdian kepada masyarakat di Kecamatan Tenayan Raya.
Kegiatan yang digelar di Posyandu Serumpun tanggal 24 Juni lalu tersebut merupakan pengabdian dosen dan terlaksana atas bantuan hibah internal Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah Pekanbaru.
“Pihak institut selalu mensupport dosen-dosen dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi,” kata salah satu dosen Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah Pekanbaru Ns Arya Ramadia MKep Sp Kep J didampingi dan Ns Mersi Ekaputri M Kep dengan mahasiswa Isma dan Junia Selfa.
Menurutnya, sebagai seorang dosen melakukan pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu tugas wajib dosen untuk menjalankan tridarma perguruan tinggi.
“Demi teraplikasinya dan tersosialisasinya suatu ilmu pengetahuan yang dapat langsung menyentuh masyarakat,” ujarnya.
Dijelaskan Ns Arya Ramadia bahwa berlandaskan tugas dosen tersebut yang sudah menjadi suatu kebiasaan dosen dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi khususnya pengabdian masyarakat.
“Maka kami berusaha untuk melakukan pengabdian masyarakat dengan judul Penerapan Logotherapy Terapi Dalam Peningkatan Makna Hidup Pasien Hipertensi di Puskesmas Tenayan Raya,” katanya.
Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Serumpun wilayah kerja Puskesmas Tenayan Raya tersebut dosen yang terlibat di antaranya Ns Arya Ramadia MKep Sp Kep J dan Ns Mersi Ekaputri M Kep dengan mahasiswa Isma dan Junia Selfa.
Kegiatan tersebut tuturnya, juga terlaksana atas dukungan dan kerjasama yang diberikan oleh pihak Puskesmas Tenayan Raya yang ikut dalam kegiatan tersebut. Diantaranya dokter Harti Lestari, Linar Yuliana AMK, Ns Idayana S Kep, Ns Fastarina S Kep, Wiza Novianti, Fitriana, Vivi Feradela yang merupakan pemegang program penyakit tidak menular seperti hipertensi dan merupakan mitra IKTA dalam melakukan kegiatan pengabdian masyarakat tersebut.
Adapun tujuan dari Implementasi Penerapan Logotherapy Terapi Dalam Peningkatan Makna Hidup Pasien Hipertensi di Puskesmas Tenayan Raya tersebut adalah meningkatkan kemampuan pasien hipertensi dalam memaknai hidup mereka.
“Jumlah audiens yang mengikuti kegiatan tersebut 25 orang,” ujarnya.
Sementara audien merasa mendapatkan ilmu dan akan mengaplikasi ilmu tersebut apabila mengalami penurunan akan makna hidup dengan penyakit hipertensi.(rls/rsy)
Pekanbaru Pos Riau