Sabtu , 29 Agustus 2026
Oplus_131072

Pesan Kemerdekaan dari Jabal Tour: Merdeka ke Tanah Suci

PEKANBARU(pekanbarupos.co)– Suasana Hari Kemerdekaan ke-80 tahun Republik Indonesia hari ini bukan hanya diwarnai dengan upacara dan perayaan.

Dari Pekanbaru, sebuah pesan menyentuh hati datang dari Muhammad Gohan Matondang, Owner Jabal Tour International disampaikan. Dengan tema “Merdeka ke Tanah Suci”, ia mengajak umat Islam merenungi makna kemerdekaan yang lebih dalam kemerdekaan hati untuk memenuhi panggilan Allah menuju Baitullah.

“Setiap hamba punya hak yang sama untuk menjadi tamu Allah. Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Dia tidak memanggil yang mampu, tapi memanggil yang mau. Dan ketika ada kemauan, Allah-lah yang akan memampukan,”ungkap Gohan penuh semangat, Ahad (17/8/2025).

Pesan dari pioner Yayasan Muallaf Ar Risalah Riau (YPMR) itu terasa berbeda. Bukan sekadar slogan promosi, melainkan suara hati seorang penyelenggara travel yang melihat betapa banyak jamaah terjebak dalam berbagai kendala, bahkan sampai harus berurusan dengan riba demi bisa berangkat.

“Bagaimana mungkin niat kita membersihkan dosa, tapi justru berangkat dengan cara yang mengundang murka Allah,” ucapnya lirih.

Bagi Gohan, Merdeka ke Tanah Suci bukan hanya tentang memiliki biaya dan fisik yang sehat. Lebih dari itu, ia mengingatkan bahwa setiap pihak punya perannya.

Poin penting disebutkan, penyelenggara travel harus benar-benar amanah. Tidak sekadar memberangkatkan jamaah, tapi memastikan ibadah mereka sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

Kata dia lagi, jamaah perlu bijak, tidak mudah tergiur harga murah, dan tidak menjerumuskan diri ke dana talangan berbunga.

Selain itu, Gohan juga mengingatkan pemerintah untuk hadir sebagai pelindung, bukan pemain bisnis. Kebijakan tentang kuota maupun vaksin seharusnya meringankan, bukan menambah beban.

Di sela pesannya, Gohan yang juga penulis buku Untukmu Saudaraku Muallaf dan Bidadari Anak Santri mengingatkan wajah-wajah jamaah yang sering ia temui, ada yang menabung puluhan tahun, ada yang menjual tanah, kebun, bahkan ternak demi bisa mencium tanah haram. “Mereka bukan semua orang kaya. Karena itu pemerintah harus hadir memberi kemerdekaan, bukan menambah beban,” katanya tegas.

Pesan itu ditutup dengan doa. Doa agar kemerdekaan Indonesia tidak hanya dirayakan dengan upacara, tetapi juga dirasakan dalam kebebasan umat Islam untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci dengan hati dan langkah yang benar-benar merdeka.

“Semoga Indonesia semakin maju, rakyatnya sejahtera, dan kita semua dimampukan Allah untuk merdeka ke Tanah Suci,” ujar Gohan.(amr)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *