Selasa , 16 Desember 2025
Ilustrasi

Warga Siak Resah, Program Makan Bergizi Diguncang Isu Minyak Babi

SIAK (pekanbarupos.co) – Warga Kabupaten Siak dibuat resah oleh isu adanya kandungan minyak babi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini tengah berjalan di sejumlah sekolah dan yayasan.

Program MBG di Kecamatan Siak dan Kecamatan Sungai Apit diketahui dikelola oleh pihak swasta. Menurut kabar, hanya pihak dengan modal besar yang sanggup menjalankan program tersebut, mengingat besarnya dana yang diperlukan.

Namun, isu kandungan minyak babi tersebut langsung dibantah oleh Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Siak, Lisa Wahari.

“Isu minyak babi itu tidak benar. Komponen food tray yang digunakan berbahan logam, salah satunya nikel, jadi tidak ada minyak di dalamnya,” tegas Lisa, Kamis (18/9/2025).

Ia menambahkan, seluruh bahan makanan dan bumbu yang dipakai dalam program MBG sudah melalui pemeriksaan lembaga berwenang.
“Semua bahan sudah dicek oleh LPPOM dan memiliki sertifikat halal. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya.

Lisa menjelaskan, program MBG dijalankan dengan sistematis. Persiapan dimulai pukul 02.00 dini hari oleh tim dapur, dilanjutkan pemorsian makanan pukul 04.00, pengemasan pukul 06.00, dan pengantaran dalam dua tahap: pukul 07.00–09.00 untuk porsi kecil serta pukul 09.00–12.00 untuk porsi besar. Relawan kemudian ditugaskan mencuci ompreng pada pukul 13.30.

Meski demikian, Lisa mengakui masih ada kendala, terutama soal cita rasa yang dianggap kurang sesuai oleh sebagian anak-anak.
“Karena ini program makan bergizi, pemakaian bumbu atau bahan yang kurang sehat memang dibatasi. Anak-anak sudah diberi pemahaman tentang itu,” jelasnya.

Kendala lain adalah distribusi ke sekolah-sekolah yang sulit dijangkau karena dapur berdekatan. Namun, BGN bersama yayasan dan mitra dapur sedang mencari solusi agar distribusi lebih merata.

Dalam pelaksanaannya, kepala satuan (Ka SPPG BGN) bertugas mengawasi jalannya pengolahan hingga distribusi makanan, mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran, serta berkoordinasi dengan supplier. Yayasan berperan sebagai pendamping sekaligus penerima bantuan, sedangkan mitra dapur menyiapkan infrastruktur berupa bangunan, tanah, kendaraan, hingga peralatan masak dan makan.

“Saat ini ada 28 yayasan yang terlibat dalam program MBG di Kabupaten Siak. Semua dipastikan berjalan sesuai standar yang berlaku,” kata Lisa.

BGN berharap masyarakat tidak lagi terpengaruh isu yang menyesatkan.
“Kami pastikan program ini aman, sehat, dan halal,” tutup Lisa. (Fen)

About Jun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *