Sabtu , 14 Februari 2026

Dosen IKTN Jadi Pembicara di International Conference PIPSM 2025

PANGKALANKERINCI(pekanbarupos.co)-The Association of the Coastal Malacca Strait’s Scholars (PIPSM) bersiap menggelar forum ilmiah internasional bergengsi International Conference PIPSM 2025 pada Sabtu, 22 November 2025, pukul 10.00 WIB melalui platform Zoom.

Ajang ini mempertemukan para akademisi, peneliti, dan praktisi dari kawasan Selat Malaka hingga berbagai negara lain.

Konferensi internasional ini menjadi ruang dialog intelektual untuk membahas isu-isu penting dan mutakhir terkait politik, sosial-budaya, ekonomi, pembangunan sipil, lingkungan, hingga transformasi digital di wilayah pesisir yang dikenal sebagai pusat peradaban Melayu-Islam sejak berabad-abad lalu.

Menurut Humas Institut Keislaman Tuah Negeri (IKTN) Pelalawan Dedi Azwandi, Kamis (20/11/2025) kegiatan ini menghadirkan Pembicara Kunci dari Berbagai Institusi Internasional.

“Alhamdulillah dari kita, bapak DR Musa Thahir, M.Pd Wakil Rektor I IKTN Pelalawan dipercaya menjadi salah seorang pembicaranya,”jelasnya.

Adapun deretan lengkap pembicara terkemuka dari berbagai institusi bergengsi, yaitu:

Keynote Speaker
Presiden PIPSM Prof. Dr. S. Salahuddin Suyurno
Opening Speaker Rektor IAITF Dumai Assoc. Prof. Dr. H.M. Rizal Akbar, S.Si, M.Phil

First Speaker Prof. Norlah Mohamed (Mantan Felo Penyelidik Utama, Institut Alam dan Tamadun Melayu UKM), Second Speaker Prof. Dr. Ahmad Zakil Bin Abu Bakar
Rektor Universiti Geomatika Malaysia, Third Speaker Dr. Windayani, M.Pd
Wakil Rektor IAITF Dumai, Fourth Speaker Dr. Nurin Soflya Mohamad Nadzil Pensyarah UiTM Melaka dan Fifth Speaker
DR Musa Thahir, M.Pd Wakil Rektor I IKTN Pelalawan.

Kata Dedi, kehadiran Dr. Musa Thahir, M.Pd sebagai perwakilan IKTN dalam forum ilmiah internasional ini menjadi kebanggaan tersendiri, sekaligus membuka peluang kolaborasi akademik lintas negara, terutama dalam isu-isu kajian Melayu, pendidikan, dan masyarakat pesisir.

Melalui konferensi ini, lanjut dia, PIPSM menegaskan komitmennya sebagai wadah akademisi dan peneliti untuk turut memberikan kontribusi pemikiran bagi pembangunan kawasan pesisir Selat Malaka yang memiliki nilai sejarah, ekonomi, dan budaya yang sangat strategis.

Partisipasi aktif perguruan tinggi Indonesia, termasuk IKTN, juga menunjukkan posisi penting institusi pendidikan dalam memperkaya diskursus ilmiah tingkat internasional.(amr).

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *