Sabtu , 13 Desember 2025

Lapas Bengkalis dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi Tangani Tekanan Psikologis Warga Binaan

BENGKALIS (pekanbarupos.co) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis menjalin kerja sama dengan Pengadilan Agama Bengkalis untuk memperkuat layanan pendampingan bagi warga binaan, khususnya mereka yang tengah menghadapi persoalan rumah tangga dan proses perceraian. Kerja sama ini dibahas dalam kunjungan Kepala Lapas Bengkalis, Priyo Tri Laksono, ke kantor Pengadilan Agama Bengkalis, Rabu (3/12).

Dalam pertemuan tersebut, Kalapas Priyo Tri Laksono bersama Kasi Binadik Boy Fernandes dan Kasubsi Registrasi Ahmad Fauzan disambut oleh Ketua Pengadilan Agama Bengkalis, Rahmatullah Ramadan. Kunjungan ini bertujuan membangun koordinasi terkait pendampingan psikologis bagi warga binaan yang tengah menjalani proses hukum di Pengadilan Agama.

Priyo menjelaskan bahwa persoalan keluarga, terutama perceraian, sering menimbulkan tekanan emosional bagi warga binaan sehingga berpotensi memengaruhi situasi keamanan dan ketertiban di Lapas.

“Proses perceraian dapat menjadi beban berat bagi warga binaan. Tidak hanya memengaruhi kondisi psikologis mereka, tetapi juga bisa berdampak pada situasi dalam Lapas,” ujarnya.

Untuk itu, Lapas Bengkalis mendorong sinergi melalui langkah-langkah preventif seperti pendampingan psikologis, mediasi keluarga, dan pemantauan kondisi emosional warga binaan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus memperkuat pembinaan yang dijalankan.

Ketua Pengadilan Agama Bengkalis, Rahmatullah Ramadan, menyatakan pihaknya siap berkoordinasi dan memberikan dukungan berupa konselor dan mediator bagi warga binaan yang membutuhkan penyelesaian masalah keluarga.

“Kami siap membantu, termasuk mempercepat proses persidangan agar warga binaan tidak terlalu lama berada dalam ketidakpastian,” jelasnya.

Sebagai bagian dari komitmen bersama, Lapas Bengkalis dan Pengadilan Agama akan membangun sistem informasi terintegrasi untuk memudahkan pertukaran data perkara perceraian yang melibatkan warga binaan. Langkah ini diharapkan mempercepat penanganan kasus dan memastikan setiap warga binaan mendapatkan perhatian yang proporsional.

Pertemuan ditutup dengan sesi foto bersama dan penegasan komitmen untuk terus meningkatkan sinergi. Priyo berharap kerja sama ini dapat mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang aman, kondusif, dan humanis.

“Kami ingin warga binaan merasa dihargai, mendapatkan dukungan, dan punya kesempatan memperbaiki diri sebelum kembali ke masyarakat,” pungkasnya. (Mil)

About Jun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *