
Bupati Pelalawan H Zukri Misran saat audiensi dengan pihak PLN. Progres pemasangan kabel bawah laut ke Kuala Kampar sudah 50 persen.
KUALAKAMPAR(pekanbarupos.co)-Di Kuala Kampar, malam bukan sekadar pergantian waktu. Ia adalah jeda panjang yang sunyi, ketika harapan sering kali harus ditunda bersama padamnya lampu.
Puluhan tahun lamanya, masyarakat di wilayah Pulau Mendol Kabupaten Pelalawan Riau ini hidup dalam ritme listrik yang tak pernah benar-benar utuh.
Menyala sebentar, lalu gelap kembali. Anak-anak belajar mengejar waktu sebelum cahaya padam, para pedagang menghitung untung dalam keterbatasan, dan para orang tua hanya bisa berharap, suatu hari nanti, listrik akan menyala sepanjang hari.
Harapan itu tidak pernah mati. Ia diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya, seperti doa yang terus diulang dalam diam.
Kini, secercah cahaya itu mulai tampak lebih nyata.
Dalam sebuah audiensi, Selasa (7/4/2026) bersama PLN, Bupati Pelalawan, H Zukri, SM, MM menyampaikan apresiasi atas pembangunan kabel listrik bawah laut menuju Pulau Mendol urat nadi baru yang kelak akan mengalirkan terang ke Kuala Kampar.
Proyek ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan jawaban atas penantian panjang masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan energi.
Dalam audiensi itu diketahui, progres pembangunan kabel bawah laut telah mencapai sekitar 50 persen. Target penyelesaian ditetapkan pada Mei 2026. Angka itu mungkin terdengar teknis, namun bagi masyarakat Kuala Kampar, ia adalah hitungan menuju perubahan hidup.
Bayangkan seorang anak yang kini tak lagi harus terburu-buru mengerjakan tugas sekolah sebelum listrik padam.
Bayangkan para pelaku usaha kecil yang bisa memperpanjang jam operasionalnya. Bayangkan rumah-rumah yang tetap terang saat malam semakin larut menghidupkan kembali rasa aman dan nyaman yang selama ini hanya sesekali dirasakan.
“Alhamdulillah, berkat keseriusan PLN untuk mewujudkan listrik menyala di Pulau Mendol selama 24 jam, mudah-mudahan di tahun 2026 ini sudah bisa terealisasi,” ujar Bupati Zukri dengan penuh harap.
Di balik pernyataan itu, tersimpan keseriusan Pemerintah Kabupaten Pelalawan yang tak ingin lagi melihat wilayahnya tertinggal dalam hal kebutuhan dasar. Listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi tentang akses pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan martabat hidup.
Pemkab Pelalawan terus mendorong percepatan proyek ini, menjalin koordinasi lintas sektor, memastikan setiap kendala di lapangan dapat segera diatasi. Sebab mereka paham, setiap hari tanpa listrik 24 jam adalah hari yang menghambat kemajuan masyarakatnya.
Kuala Kampar telah lama bersabar.
Dan kini, kesabaran itu mulai menemukan jawabannya.
Jika semua berjalan sesuai rencana, maka tahun 2026 akan menjadi penanda sejarah baru saat cahaya tak lagi datang dan pergi, tetapi menetap.
Saat anak-anak tak lagi takut pada gelap, dan masyarakat bisa menatap masa depan dengan lebih terang.
Di sana, di ujung Pulau Mendol, harapan itu sedang disambungkan melalui kabel-kabel yang membentang di dasar laut, membawa bukan hanya listrik, tetapi juga mimpi yang akhirnya menemukan jalannya pulang.
“Kami tentu berharap sebelum lebaran Idul Adha 1447 H nanti warga telah menikmati listrik 24 jam. Dan semoga pengerjaan yang sedang berlangsung itu berjalan tanpa kendala berarti,”ungkap Tiwan, warga setempat juga penuh harap.(amr)
Pekanbaru Pos Riau