PEKANBARU (pekanbarupos.co) – Langkah terasa berat dan kerinduan terasa lebih dalam ketika sesuatu yang melekat sudah harus ditinggalkan.
Hal itulah yang dirasakan Kolonel CHK (Purn) Amir Welong SH menapaki detik-detik terakhirnya sebagai prajurit aktif di Lobby Makodam XIX/Tuanku Tambusai, Pekanbaru. Kamis (16/4/2026).
Suasana hening menyelimuti ruangan. Tatapan para perwira, sahabat, dan juniornya tertuju pada satu sosok yang selama ini dikenal teguh, disiplin, dan penuh dedikasi.
Hari itu, ia bukan sekadar melepas jabatan, bukan karena lelah, bukan juga karena benci, melainkan karena perjalanan panjang pengabdian yang kini telah tiba di penghujungnya.
Perpisahan yang selama ini dikenal dan dilakukan dengan prosesi wisuda purnawiran. Dipimpin langsung oleh Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Dr Agus Hadi Waluyo.
Dengan penuh khidmat, setiap rangkaian acara berjalan seakan memperlambat waktu memberi ruang bagi semua yang hadir untuk menghayati makna perpisahan ini.
Saat tradisi cium Pataka dilakukan, suasana berubah menjadi semakin emosional. Bendera kebesaran satuan itu bukan sekadar simbol, melainkan saksi bisu perjalanan panjang seorang prajurit.
Dalam satu sentuhan dan ciuman, tersimpan kenangan, pengorbanan, serta kesetiaan yang tak tergantikan.
Momen penyerahan surat keputusan purnawira menjadi puncak yang sarat makna. Ketika dokumen itu berpindah tangan, seolah berpindah pula sebuah fase kehidupan dari medan pengabdian menuju babak baru di luar dinas militer.
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Dr Agus, menyampaikan apresiasi yang tulus. Ucapan terima kasih itu bukan sekadar formalitas, melainkan pengakuan atas jejak panjang dharma bakti yang telah ditorehkan Kolonel Amir Welong.
Namun, lebih dari itu semua, yang paling terasa adalah keheningan di antara tepuk tangan sebuah penghormatan yang lahir dari hati.
Di balik seragam yang kelak tak lagi dikenakan, tersimpan kisah tentang loyalitas, pengorbanan, dan cinta kepada tanah air.
Hari itu, Kolonel Amir Welong tidak benar-benar “pensiun”. Ia hanya menanggalkan atribut. Semangat pengabdiannya akan tetap hidup dalam ingatan, dalam teladan, dan dalam setiap langkah generasi prajurit berikutnya.(dre)
Pekanbaru Pos Riau