PEKANBARU (pekanbarupos.co) – Di tengah semangat Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Riau–Kepulauan Riau (BADKO HMI RIAU–KEPRI) menghadirkan makna kurban yang lebih dari sekadar ritual ibadah.
Melalui kegiatan bertajuk “HMI Berkurban: Pengorbanan Menuju Kebermanfaatan”, para kader HMI turun langsung menyapa dan berbagi kebahagiaan bersama masyarakat Desa Binaan BADKO HMI RIAU–KEPRI di Desa Kualu, Perumahan Graha Kualu Payung Sekaki.
Suasana penuh kehangatan dan gotong royong begitu terasa saat proses penyembelihan hewan kurban dilaksanakan.
Tahun ini, BADKO HMI RIAU–KEPRI menyalurkan sebanyak 1 ekor sapi dan 4 ekor kambing yang merupakan hasil gotong royong pengurus, kader, serta dukungan berbagai mitra.
Bagi HMI, kurban bukan hanya tentang membagikan daging kepada masyarakat, tetapi juga tentang menghadirkan kepedulian dan menumbuhkan rasa kemanusiaan di tengah kehidupan sosial.
Ketua Umum BADKO HMI RIAU–KEPRI, Wiriyanto Aswir mengatakan, Hari Raya IdulAdha harus menjadi momentum untuk memperkuat nilai pengorbanan, solidaritas, dan keberpihakan kepada masyarakat kecil.
“Secara teoritis dan substantif, kurban adalah konsep pengorbanan yang memiliki makna ganda, menyembelih hewan sebagai bentuk ketaatan kepada Tuhan, sekaligus ‘menyembelih ego’ dan kepentingan pribadi demi kepentingan orang banyak,” ujarnya.
Menurutnya, semangat berkurban juga mengajarkan bahwa di setiap rezeki yang dimiliki, terdapat hak orang lain yang harus ditunaikan.
“Ini bukan sekadar berbagi daging kurban, tetapi bentuk nyata keadilan sosial yang diajarkan Islam dan menjadi bagian dari misi perjuangan HMI,” tambahnya.
Wiriyanto juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mempercayakan hewan kurbannya kepada BADKO HMI RIAU–KEPRI sehingga kegiatan tersebut dapat berjalan lancar dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Bidang Ekonomi Kreatif dan Pariwisata BADKO HMI RIAU–KEPRI sekaligus penanggung jawab kegiatan, Ahmad Zainuri menegaskan bahwa kegiatan HMI Berkurban merupakan bentuk pengabdian nyata kader HMI kepada masyarakat.
“Prinsip kami sederhana, HMI semuanya untuk masyarakat. Kami ingin membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya hadir dalam ruang diskusi dan teori, tetapi juga mampu hadir di tengah masyarakat, mendengar, peduli, dan bergerak membantu sesama,” ungkapnya.
Ia berharap semangat berkurban tidak berhenti hanya pada momentum Iduladha, tetapi menjadi energi kolektif untuk terus bergerak menjawab berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
“Semoga nilai pengorbanan dan kepedulian ini terus hidup dalam diri kader HMI, sehingga kami dapat terus berkontribusi membangun Riau dan Kepri yang lebih sejahtera, berkeadilan, dan penuh semangat gotong royong,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, BADKO HMI RIAU–KEPRI ingin menegaskan bahwa HMI tidak hanya hadir sebagai organisasi kader dan intelektual,
tetapi juga sebagai bagian dari umat yang dekat dengan masyarakat dan responsif terhadap persoalan sosial.
Semangat berbagi yang lahir dari kegiatan “HMI Berkurban” diharapkan menjadi penguat solidaritas sosial sekaligus cerminan komitmen BADKO HMI RIAU–KEPRI, yakni “HMI SENYUM, Semuanya Untuk Masyarakat.” tutupnya.(dre)
Pekanbaru Pos Riau