Sabtu , 8 Agustus 2026

OJK Riau Edukasi 350 Siswa Sekolah Rakyat di Pekanbaru dan Rokan Hilir, Perkuat Budaya Menabung Sejak Dini

PEKANBARU (pekanbarupos.co) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau terus mengintensifkan upaya membangun generasi yang cakap finansial melalui rangkaian kegiatan Road to Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026.

Kegiatan ini diwujudkan melalui edukasi keuangan kepada 350 siswa Sekolah Rakyat di Pekanbaru dan Kabupaten Rokan Hilir.

Program tersebut menjadi bagian dari percepatan implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) sekaligus mendorong penguatan budaya menabung sejak usia dini di kalangan pelajar.

Kegiatan edukasi keuangan berlangsung pada 5 Agustus 2026 di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 31 Pekanbaru dan Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 3 Pekanbaru. Selanjutnya, kegiatan serupa dilaksanakan pada 6 Agustus 2026 di Sekolah Rakyat Terintegrasi 11 Rokan Hilir.

Program ini merupakan tindak lanjut Bulan Literasi Keuangan (BLK) yang disinergikan dengan Sekolah Rakyat guna meningkatkan pemahaman pelajar terkait pengelolaan keuangan, pentingnya menabung, serta pemanfaatan produk dan layanan keuangan secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala OJK Provinsi Riau, Fredly Nasution, mengatakan bahwa edukasi keuangan sejak usia dini merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang memiliki kemampuan mengelola keuangan dengan baik.

“Edukasi keuangan sejak usia dini merupakan investasi untuk membangun generasi yang cakap finansial. Melalui Road to Hari Indonesia Menabung, OJK Riau ingin menanamkan budaya menabung sekaligus membekali pelajar dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak dan bertanggung jawab,” ujar Fredly, Jumat (7/8/2026).

Hari Indonesia Menabung sendiri diperingati setiap tanggal 20 Agustus sebagaimana diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 2019 tentang Hari Indonesia Menabung.

Pada tahun 2026, peringatan Hari Indonesia Menabung mengusung tema “Merajut Masa Depan Melalui Literasi dan Inklusi Keuangan”, yang mencerminkan komitmen bersama dalam membangun generasi Indonesia yang cakap finansial melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan sejak usia dini.

Fredly menegaskan bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Sinergi antara OJK, pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan industri jasa keuangan menjadi kunci untuk memperluas implementasi Program KEJAR serta membangun budaya menabung di kalangan pelajar. Melalui kolaborasi tersebut, kami optimistis semakin banyak generasi muda yang memiliki kemampuan mengelola keuangan dengan baik,” tambah Fredly.

Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak akan mempercepat terciptanya ekosistem literasi keuangan yang inklusif dan berkelanjutan bagi generasi muda di Provinsi Riau.

Ke depan, OJK Provinsi Riau akan terus memperluas jangkauan edukasi dan literasi keuangan melalui berbagai program kolaboratif bersama pemerintah daerah, satuan pendidikan, industri jasa keuangan, serta pemangku kepentingan lainnya.

Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen OJK dalam meningkatkan tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat budaya menabung dan pengelolaan keuangan yang sehat di kalangan generasi muda.

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *