PANGKALANKERINCI(pekanbarupos.co)-Malam mulai larut ketika empat personel piket Damkar Pemkab Pelalawan harus menerobos semak belukar di sekitar kompleks Sekolah Al Bayan, Jalan Koridor RAPP KM 3,5, Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Selasa (11/8/2026).
Bukan api yang mereka hadapi, melainkan ancaman yang tak kalah berbahaya, sarang tawon vespa berukuran hampir sebesar drum yang bergelantungan di sebuah pohon.
Sekitar pukul 21.30 WIB, Tim Damkar yang terdiri dari Maryadi, Robi, Murat dan Rahmat tiba di lokasi dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap.
Sarang tawon berada di kawasan semak belukar, sekitar 50 meter dari rumah warga dan kurang lebih 100 meter dari lingkungan sekolah. Posisi sarang juga cukup sulit dijangkau karena di depan pohon terdapat kolam.
Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah petugas. Dengan menggunakan galah besi panjang, petugas mengambil posisi aman untuk melakukan eksekusi. Setelah sarang berhasil dijangkau, bahan bakar jenis pertalite dan solar digunakan untuk membakar sarang tersebut.
Tak butuh waktu lama, sarang tawon berukuran besar itu ludes dilalap api. Setelahnya, petugas segera menyiram lokasi dengan air untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak merambat ke semak-semak di sekitarnya.
Keberadaan sarang tawon vespa tersebut sebelumnya diketahui oleh pekerja kebun melon dan semangka yang hendak mengambil air di sekitar lokasi. Saat melihat sarang berbahaya itu, mereka langsung melaporkannya kepada warga.
Informasi kemudian diteruskan kepada Ketua RT 003 RW 005, Syahruddin Sireger, hingga akhirnya dilaporkan kepada pihak Damkar Pemkab Pelalawan.
Sebelum melakukan eksekusi, tim Damkar terlebih dahulu melakukan survei untuk memastikan kondisi dan menentukan cara paling aman untuk memusnahkan sarang tersebut.
Menurut Robi, laporan warga terkait hewan yang membahayakan masyarakat hampir setiap hari diterima pihak Damkar.
“Hampir tiap hari ada laporan warga, bang. Baik tawon, ular dan lainnya. Termasuk kasus tawon yang menyengat dua bocah hingga meninggal di KM 5 itu,” jelas Robi.
Bagi warga sekitar dan pihak sekolah, pemusnahan sarang tersebut menjadi kabar melegakan. Terlebih dalam beberapa hari ke depan berbagai kegiatan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI akan melibatkan banyak pelajar.
Khomsun, salah seorang warga, mengaku bersyukur atas respons cepat petugas Damkar.
“Kami atas nama warga dan pihak sekolah mengucapkan terima kasih atas bantuan pihak Damkar yang telah mengatasi keluhan warga terkait tawon ini,” ujarnya usai menyaksikan langsung proses pemusnahan.
Menurutnya, sebelumnya beberapa warga yang mencoba mendekati lokasi pada siang hari bahkan sempat berlari menghindar karena dikejar tawon berwarna hitam dan kuning tersebut.
Kekhawatiran warga semakin besar karena lokasi sarang tidak jauh dari lingkungan sekolah. Apalagi saat kegiatan HUT RI berlangsung, pelajar dari tingkat SD, SMP hingga SMA akan banyak berkumpul dan beraktivitas di sekitar kawasan tersebut.
“Khawatir saja kalau anak-anak sekolah mencar ke mana-mana dan diserang tawon. Kan bahaya. Apalagi belum lama ini ada dua anak yang meninggal setelah disengat tawon ini. Jadi kami ucapkan terima kasih. Semoga Allah membalas tim dengan kebaikan. Begitu juga Pak RT 003 yang telah melapor langsung ke Kantor Damkar,” pungkasnya.
Respons cepat Damkar tersebut setidaknya mencegah potensi bahaya sebelum berubah menjadi petaka. Sarang yang semula tersembunyi di balik semak kini telah musnah, sehingga warga dan pelajar dapat beraktivitas dengan lebih aman.(amr)
Pekanbaru Pos Riau