Selasa , 18 Agustus 2026
Oplus_131072

MUI Kuansing Minta Semua Masyarakat Bahu membahu Menjaga Marwah

KUANSING (pekanbarupos.co)–Polemik adanya seorang perempuan sebagai anak pacu di salah satu jalur di Festival Pacu Jalur Iven Kebudayaan di Tepian Lubuok Sobae Baserah menjadi sorotan banyak pihak.

Pasalnya keikutsertaan seorang perempuan tersebut sempat viral di media sosial (Medsos).

Hal tersebut juga menjadi perhatian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kuantan Singingi. Menanggapi hal itu, MUI Kuansing meminta semua masyarakat bisa menjaga marwah negeri Kabupaten Kuansing.

“Kita berharap semua masyarakat bisa menjaga marwah negeri,” kata Ketua MUI Kabupaten Kuansing Dr H Bakhtiar Saleh kepada Pekanbaru Pos, kemarin.

Menurut Dr Bakhtiar, keikutsertaan seorang perempuan sebagai anak pacu bukan hal yang biasa. Maka ia mengingatkan agar hal serupa tidak terjadi di Festival Pacu Jalur Nasional di Tepian Narosa Telukkuantan.

“Ingat-mengingatkan itu bukan hanya tugas pemerintah, ulama atau pemangku adat, tapi tugas kita semua,” kata Dr Bakhtiar.

Menurutnya, selagi hal tersebut ada yang mengomentari atau membicarakan, itu menunjukan bagian dari kepedulian masyarakat terhadap negeri.

“Itu merupakan kepedulian terhadap negeri ini, dan tentu harus kita dukung,” katanya.

“Jadi, mari kita jaga negeri ini bersama-sama,” ungkapnya.(cil)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *