Kamis , 20 Agustus 2026
Oplus_131072

Lestarikan Tradisi, SMA Taruna Muhammadiyah Riau Berpartisipasi dalam FPJT 2026 

KUANSING (pekanbarupos.co) — Semangat melestarikan budaya daerah sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial kembali ditunjukkan keluarga besar SMA Taruna Muhammadiyah Riau.

Kepedulian itu ditunjukkan melalui partisipasi dalam penyelenggaraan Festival Pacu Jalur Tradisional (FPJT) Kuansing 2026 di Tepian Narosa Arena Pacu Jalur, Kota Teluk Kuantan.

Kegiatan yang digelar pada Rabu, 19 Agustus 2026 tersebut menjadi momentum penting bagi para taruna SMA Taruna Muhammadiyah Riau untuk turut mengambil bagian dalam salah satu tradisi budaya kebanggaan masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi.

Kehadiran para taruna tidak hanya sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal, tetapi juga sebagai wujud nyata pendidikan karakter, kepedulian, kedisiplinan, serta semangat gotong royong.

Dalam kegiatan tersebut, para taruna berada di lokasi untuk membantu kelancaran penyelenggaraan event.

Salah satu momen yang mendapat perhatian adalah ketika terdapat atlet pacu jalur yang membutuhkan bantuan tim medis.

Para taruna dengan sigap memberikan bantuan awal dan membantu mengarahkan serta mendampingi atlet tersebut agar mendapatkan penanganan dari tim medis.

Tindakan tersebut menjadi gambaran nyata bahwa pendidikan di SMA Taruna Muhammadiyah Riau tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang peduli, tanggap, disiplin, bertanggung jawab, dan siap memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.

Kepala SMA Taruna Muhammadiyah Riau, Dr H Ahdanan SAg MPd menyampaikan bahwa keterlibatan peserta didik dalam kegiatan budaya dan kemasyarakatan merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter.

“Para taruna diarahkan untuk dapat berpartisipasi secara tertib, bertanggung jawab, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan selama berada di arena pacu jalur,” kata Ahdanan.

Dalam kegiatan sosial tersebut, katanya, para taruna didampingi oleh para guru diantaranya, Yomi Mare Dia Lona SPd, Oktarido SSi dan Mena Aulia Khausar SPd.

Menurutnya, Pacu Jalur Tradisional Kuansing bukan sekadar perlombaan, tetapi merupakan warisan budaya yang sarat dengan nilai kebersamaan, kerja sama, sportivitas, semangat juang, dan identitas masyarakat Kuantan Singingi.

“Karena itu, keterlibatan generasi muda menjadi sangat penting agar tradisi tersebut terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Ahdanan berharap partisipasi SMA Taruna Muhammadiyah Riau dalam FPJT 2026 dapat menjadi pengalaman berharga bagi para taruna sekaligus memperkuat karakter mereka sebagai generasi muda yang berbudaya, berdisiplin, peduli terhadap sesama, dan siap berkontribusi untuk bangsa dan daerah.

“Lestarikan budaya, tumbuhkan kepedulian, dan kobarkan semangat generasi muda untuk terus berkontribusi bagi negeri,” ungkapnya.(cil/rls)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *