KAMPAR (pekanbarupos.co)- Tim Pengabdian Dosen Universitas Riau khususnya dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan kembali melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tahun kelima (2026).
Kegiatan tersebut digelar kepada Kelompok Perikanan Sawah Mandiri Desa Sawah Kecamatan Kampar Utara Kabupaten Kampar, beberapa waktu lalu.
Kegiatan ini merupakan kegiatan dharma ketiga dari tridharma perguruan tinggi yang diketuai oleh Prof Dr Ir Sukendi MS dengan anggota tim terdiri dari Dr Ir Ridwan Manda Putra MS, Prof Dr Ir Thamrin, M Sc, Dr Ir Tengku Nurhidayah M Sc, Dr Ir Eddiwan dan Ade Yulindra S Pi, M Si.
Topik kegiatan tersebut adalah “Penerapan Teknologi Budidaya Daphnia magna sebagai Pakan Alami Alternatif untuk Meningkatkan Produksi Benih Ikan Baung”.
Ketua Tim Pelaksana Pengabdian Sukendi mengemukakan bahwa Desa Sawah, sudah merupakan desa binaan dari tim pelaksana kegiatan pengabdian, terutama Kelompok Perikanan Sawah Mandiri.
“Kegiatan pengabdian pada Kelompok Perikanan Sawah Mandiri ini merupakan kelanjutan dari kegiatan empat tahun yang sudah dilakukan sebelumnya,” katanya.
Masih kata Sukendi, dimana pada tahun 2022 tim pelaksana pengabdian sudah berhasil melaksanakan pengabdian tentang pemijahan ikan baung, sehingga Kelompok Perikanan Sawah Mandiri yang sebelumnya hanya memijahkan satu jenis ikan patin.
“Dengan adanya kegiatan tersebut bertambah jenis ikan yang dipijahkan menjadi dua jenis yaitu patin dan baung,” Jelasnya
Tahun 2023 dilanjutkan dengan kegiatan pengabdian tentang teknik budidaya cacing Tubifex sp untuk pakan larva ikan baung, sehingga Kelompok Perikanan Sawah Mandiri tidak perlu lagi membeli cacing Tubifex sp dari luar, karena sudah dapat membudidayakan sendiri.
Tahun 2024 dilanjutkan dengan kegiatan pengabdian tentang penerapan perendaman telur ikan baung dengan ekstrak daun kersen untuk menghilangkan daya rekat.
Masih kata Sukendi, sehingga Kelompok Perikanan Sawah Mandiri sudah dapat pula meningkatkan nilai fertilitas dan daya tetas telur ikan baung pada saat melakukan pemijahan karena daya rekat telur sudah berkurang dengan memberikan perendaman telur ke dalam larutan ekstrak daun kersen.
Tahun 2025 dilanjutkan dengan kegiatan pengabdian tentang teknologi perendaman larva ikan baung pada probiotik raja siam untuk meningkatkan pertumbuhan sehingga Kelompok Perikanan Sawah Mandiri sudah dapat pula meningkatkan pertumbuhan larva ikan baung dalam pembenihan melalui perendaman larva menggunakan probiotik raja siam.
Dan tahun 2026 tim pengabdian melanjutkan kegiatan tentang penerapan teknologi budidaya Daphnia magna sebagai pakan alami alternatif untuk meningkatkan produksi benih ikan baung.
“Kegiatan ini diharapkan akan dapat menambah jenis pakan alami alternatif untuk benih ikan baung oleh Kelompok Perikanan Sawah Mandiri,” harapnya
Sukendi mengungkapkan kegiatan ini diikuti oleh 13 orang anggota Kelompok Perikanan Sawah Mandiri dan 4 orang mahasiswa Fakultas Perikanan dan Keluatan Universitas.
Kegiatan pengabdian ini diharapkan tidak hanya berhenti sampai disini, tetapi akan tetap dilakukan evaluasi melalui peninjauan ke lapangan tentang kegiatan yang sudah dilakukan oleh Kelompok Perikanan Sawah Mandiri tersebut.
Selain itu, ilmu dan teknologi yang sudah diperoleh anggota Kelompok Perikanan Sawah Mandiri ini juga diharapkan akan dapat disebarluaskan kepada masyarakat khususnya di Desa Sawah ini yang memiliki usaha pembenihan, bukan saja ikan baung tetapi juga pembenihan jenis ikan air tawar lainnya.
“kegiatan pengabdian ini tetap akan diusahakan dilakukan untuk tahun mendatang, dengan tujuan untuk menyelesaikan permasalahan yang masih ditemukan pada Kelompok Perikanan Sawah Mandiri tersebut, sehingga produksi benih oleh Kelompok Perikanan Sawah Mandiri ini benar-benar akan dapat meningkat sekaligus akan meningkatkan pendapatan anggota kelompok kedepannya,” jelasnya (rls)
Pekanbaru Pos Riau