PEKANBARU (pekanbarupos.co) – Mimpi menjadi atlet bulutangkis dunia membuat para pebulutangkis putri muda tak gentar menghadapi ketatnya Audisi Umum PB Djarum Kudus 2026.
Memasuki hari kedua di GOR Jati, Kudus, Kamis (10/9), talenta muda dari berbagai daerah terus berjuang menunjukkan kemampuan terbaik demi merebut Super Tiket dan membuka jalan bergabung dengan PB Djarum.
Legenda PB Djarum sekaligus anggota Tim Pencari Bakat, Yuni Kartika, menilai kualitas peserta putri cukup menjanjikan.
Meski jumlahnya lebih sedikit dibanding putra, banyak peserta dinilai memiliki teknik dasar dan potensi yang baik, terutama kelompok usia U-11.
“Walaupun jumlahnya sedikit, bukan berarti kualitasnya juga tidak baik. Untuk teknik dasar rata-rata sudah baik dan banyak yang menjanjikan,” kata Yuni.
Menurutnya, penilaian tak hanya berdasarkan permainan di lapangan. Saat karantina, aspek fisik dan mental juga akan menjadi pertimbangan.
Tekad kuat ditunjukkan Fiendiziya Gwen Fernandes asal Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Demi mendapatkan latihan lebih intensif, Gwen rela pindah ke Sleman, Yogyakarta, untuk mempersiapkan diri menghadapi audisi.
Kerja kerasnya mulai membuahkan hasil. Turun di KU-11 putri, Gwen melaju ke Tahap Turnamen setelah menang telak 21-8 atas Aishya Azzalea asal Kendal.
“Aku mau ikut PB Djarum karena ingin berprestasi seperti atlet-atlet PB Djarum dan mengikuti pertandingan internasional,” ujar Gwen.
Semangat pantang menyerah juga diperlihatkan Yukiko Graciela Manangkot asal Minahasa, Sulawesi Utara.
Setelah mencapai semifinal Audisi Umum PB Djarum Makassar 2026 namun gagal meraih Super Tiket, Yukiko kembali berjuang di Kudus.
Di KU-12, ia melewati screening setelah menang 21-13 atas Diandira Bilqis Ufaira asal Blora.
“Aku akan terus berlatih dan pantang menyerah hingga mencapai targetku,” tegas Yukiko.
Sementara itu, Lusia Maheswari Gracia Pengajeng dari Magelang kembali mengejar mimpinya setelah tahun lalu terhenti di Tahap Turnamen.
Tahun ini, Gracia datang dengan persiapan lebih keras. Latihan ditingkatkan, penggunaan ponsel dibatasi dan pola makan dijaga agar lebih fokus.
“Mimpi terbesar saya pastinya mau jadi pemain dunia. Makanya saya mau masuk PB Djarum,” ucap Gracia.
Tahap Turnamen Audisi Umum PB Djarum Kudus 2026 berlangsung 11-13 September.
Untuk meraih Super Tiket, peserta putra wajib mencapai semifinal, sedangkan putri harus menembus final.
Namun, peluang tetap terbuka melalui Super Tiket Pilihan Tim Pencari Bakat bagi peserta yang dinilai memiliki potensi besar.
Pemegang Super Tiket selanjutnya menjalani karantina selama empat pekan di asrama PB Djarum.
Di tahap ini, kedisiplinan, teknik, fisik, mental dan kualitas atlet akan dinilai sebelum ditetapkan sebagai atlet binaan PB Djarum.
Bagi para srikandi muda tersebut, perjuangan di Kudus bukan sekadar mengejar kemenangan, tetapi mengejar mimpi menjadi pemain bulutangkis dunia. (rls/dre)
Pekanbaru Pos Riau