Selasa , 29 September 2026

Aniaya Buruh Karena Rebutan Lapak, Karyawan Tambang Dipolisikan

INHU (pekanbarupos.co) – Sesama buruh malah gaduh hingga akhirnya berujung keranah hukum. Pemicunya diduga karena rebutan lapak yang berakibat salah seorang karyawan Tambang inisal SY nekat menganiaya korban Akmal (44) hingga babak belur dibagian kepala.

Insiden dugaan persekusi ini terjadi pada hari Senin (28/9) sekitar pukul 18.30 Wib di Desa Siberida kecamatan Batang Gansal kabupaten Indragiri hulu (Inhu) Riau dan perkaranya sudah dilaporkan ke Polsek Batang Gangsal sebagaimana STBL/29/2026/SPKT di Polsek Batang Gangsal, Senin malam (28/9) kemaren.

”Itu terlapor dengan tiba-tiba menganiaya korban hingga babak belur dibagian kepala,” sebut ketua Buruh, Bahrum Sitio kepada Pekanbaru Pos, Selasa (29/9), by phone.

Mirisnya lagi, kata Bahrum, korban selaku Sekretaris Buruh Bongkar Muat di kecamatan Siberida dianiaya terlapor pada saat korban sedang makan sore dilokasi tidak jauh dari area tambang milik PT Usul Tambang Mandiri (UTM) di Desa Usul, Siberida. “Tanpa basa-basi, anggota saya langsung dianiaya hingga nasi dan dokumen Buruh berserakan dan bagian kepala korban memar hingga akhirnya dibuat laporan polisi (LP),” paparnya.

Setelah LP, ketua DPC Buruh itu berharap korban menemukan keadilan melalui kepolisian karena perkaranya sudah dilaporkan ke Polsek setempat. “Kita kuatir terlapor keburu kabur, maka kami berharap jajaran Polres Inhu khusunya Polsek segera menyikapi pidana penganiayaan yang dilaporkan korban,” sebut Bahrum.

Dihubungi terpisah, kepala Desa Usul, Rasadi, membenarkan salah seorang warganya inisal SY yang juga berstatus karyawan Tambang di Desa Usul telah dilaporkan ke Polisi atas dugaan penganiayaan. “Harapan saya perkara ini masih bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” harap Kades Usul, Rasadi.

Menurut Rasadi, insiden itu terjadi akibat dua kubu Buruh yang bertikai saling rebutan Lapak kerja di area konsesi tambang PT UTM dan berujung ke penganiayaan.

Disisi lain, kata Kades, tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tambang miliknya hanya bisa mengakomodir puluhan orang pemuda setempat dan tidak memungkinkan memberdayakan Buruh dari luar Desa Usul. “Saya pikir pemicunya karena Buruh SPSI kelompok korban meminta kerja dan atau setidaknya diganti dengan kompensasi uang bongkar muat pengganti buruh di area Tambang dan permintaan itu ditentang pemuda Desa hingga akhirnya terjadi pertikaian dan penganiayaan,” papar Kades sekaligus berharap perkaranya bisa RJ.

Terkait LP dugaan penganiayaan, Kepolisian sektor Batang Gangsal belum merinci perkara karena Kanit Reskrim sedang ada giat ke Polres Inhu di Rengat. “Ada tanda terimanya, iya tuh, awak lagi ada giat di Polres,” jawab Kanit Reskrim, Ipda Khairul Umam. (San)

About Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *