Selasa , 29 September 2026

Perkuat Scientific Crime Investigation, Pusdokkes Polri Gelar Sosialisasi dan Pengambilan Sampel DNA di Polda Riau

PEKANBARU (pekanbarupos.co) – Pengungkapan tindak pidana tidak hanya mengandalkan keterangan saksi dan hasil penyelidikan, tetapi juga membutuhkan dukungan bukti ilmiah yang akurat.

Salah satunya melalui pemeriksaan DNA yang dapat menjadi bagian penting dalam mengidentifikasi seseorang maupun mengungkap keterkaitan suatu barang bukti dengan sebuah perkara.

Untuk memperkuat kemampuan personel dalam mendukung proses tersebut, Bidang Laboratorium DNA (Bidlab DNA) Rolabdokkes Pusdokkes Polri menggelar sosialisasi sekaligus pengambilan sampel DNA bagi petugas olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan penyidik di lingkungan Polda Riau, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Polda Riau itu diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari personel Inafis, Biddokkes Polda Riau, Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru, serta para penyidik dari jajaran Polda Riau.

Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan personel, khususnya dalam proses pengambilan, penanganan, hingga pengamanan barang bukti biologis yang akan diperiksa di Laboratorium DNA.

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman secara teori mengenai pemeriksaan DNA, tetapi juga dibekali pengetahuan praktis mengenai tata cara pengambilan sampel yang tepat serta langkah-langkah untuk mencegah terjadinya kontaminasi terhadap barang bukti.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber dari Pusdokkes Polri, yakni AKBP Ifan Wahyudi, S.Si., M. Biotech dan Penda Tk.I Rifani Fauziah, S.Farm.

Kabiddokkes Polda Riau AKBP dr. Parluhutan Sitindaon mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, pemahaman mengenai teknik pengambilan dan penanganan sampel DNA merupakan hal penting bagi personel yang berada di lapangan.

“Kegiatan ini menjadi bekal penting bagi petugas olah TKP dan penyidik agar pengambilan serta penanganan barang bukti biologis dilakukan secara tepat dan meminimalkan risiko kontaminasi,” ujarnya.

Ia menilai, ketepatan dalam menangani barang bukti sejak ditemukan di lokasi kejadian menjadi salah satu faktor penting agar sampel tetap memiliki kualitas yang baik ketika dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium.

Hal senada juga disampaikan Kasubbiddokpol Biddokkes Polda Riau AKBP Supriyanto, SKM., MH. Ia mengatakan, materi yang diberikan dalam kegiatan tersebut sangat aplikatif karena peserta memperoleh pembekalan teori sekaligus praktik secara langsung.

“Dengan pemahaman yang baik, kualitas barang bukti biologis yang dikirim ke Laboratorium DNA dapat lebih terjaga sehingga mendukung hasil pemeriksaan secara optimal,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, peserta juga mengikuti praktik simulasi pengambilan sampel dari berbagai jenis barang bukti biologis.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan post-test dan evaluasi untuk mengukur pemahaman peserta terhadap materi yang telah diberikan.

Sosialisasi ini sekaligus menjadi langkah untuk memperkuat penerapan Scientific Crime Investigation (SCI) di lingkungan Polda Riau.

Pendekatan tersebut menempatkan metode ilmiah sebagai salah satu pendukung dalam proses penyelidikan dan penyidikan, sehingga penanganan perkara dapat ditopang oleh bukti yang diperoleh dan dianalisis secara ilmiah sesuai dengan amanat UU No. 20 tahun 2025 tentsng KUHAP.

Dengan semakin meningkatnya kemampuan personel dalam mengamankan dan menangani barang bukti biologis, diharapkan pemeriksaan DNA dapat memberikan dukungan yang lebih optimal terhadap proses identifikasi dan pengungkapan Kasus Tierkara Pidana khususnya yang terjadi di Wilayah hukum Polda Riau.

Bagi petugas di lapangan, ketelitian sejak tahap awal menjadi sangat penting. Sebab, dari sebuah sampel biologis yang ditangani secara tepat, dapat diperoleh informasi ilmiah yang membantu penyidik menyusun rangkaian fakta dalam sebuah perkara.(dre)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *