PEKANBARU (pekanbarupos.co) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Riau bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau memperkuat upaya stabilisasi harga pangan melalui implementasi Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dengan TPID Provinsi Sumatera Utara.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (NK) jual-beli komoditas pangan serta realisasi transaksi konkret perdana untuk beras dan cabai merah.
Penandatanganan Nota Kesepahaman (NK) dilakukan dalam skema business-to-business (B2B) yang mencakup komoditas beras, cabai merah, dan bawang merah. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi langkah nyata penguatan ketahanan pasokan pangan antarwilayah.
Prosesi penandatanganan disaksikan langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Dr Syahrial Abdi AP MSi., Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Ameriza M. Moesa, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau Panji Achmad, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Riza Putera, serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar Ahmadi Rahman.
Kerja sama tersebut melibatkan dua pembeli dari Provinsi Riau, yakni PT Riau Pangan Bertuah dan PT Sarana Pangan Madani. Sementara dari Sumatera Utara, kerja sama melibatkan enam produsen dan kelompok tani unggulan yang berasal dari berbagai sentra produksi serta merupakan binaan Bank Indonesia dan gabungan petani milenial.
Keenam kelompok tersebut terdiri atas Kelompok Tani Gapeca Sergai dari Kabupaten Serdang Bedagai, Kelompok Tani Harapan Desa Pematang Pelintahan Kabupaten Serdang Bedagai, CV Perdana Karya Mujur Kabupaten Deli Serdang, Kelompok Tani Mekar Jaya Kabupaten Humbang Hasundutan, Kelompok Tani Menanti Desa Pangaribuan Kabupaten Tapanuli Selatan, serta Koperasi Produsen Pertanian Pesisir Sejahtera Kabupaten Batubara.
Tidak hanya berhenti pada penandatanganan kerja sama, KAD antara Provinsi Riau dan Sumatera Utara langsung diwujudkan melalui transaksi riil antarpelaku usaha.
PT Riau Pangan Bertuah merealisasikan pembelian sebanyak 200 kilogram cabai merah dari Kelompok Tani Gapeca Sergai dan 5 ton beras dari Kelompok Tani Harapan.
Sementara itu, PT Sarana Pangan Madani melakukan pembelian sebanyak 1 ton beras dari Kelompok Tani Harapan.
Dengan demikian, total transaksi perdana yang berhasil direalisasikan mencapai 6 ton beras dan 200 kilogram cabai merah.
Sebagai penanda dimulainya implementasi kerja sama tersebut, dilakukan pula pelepasan armada perdana KAD Sumatera Utara–Riau yang akan mendistribusikan komoditas pangan ke Provinsi Riau.
Komoditas yang dikirim nantinya akan disalurkan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Kios Pengendalian Inflasi Pangan sehingga dapat mendukung upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan di tingkat masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BI Sumut, Ameriza M. Moesa, menyampaikan apresiasi terhadap peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan Provinsi Riau yang dinilai inspiratif dalam mendukung stabilisasi pasokan dan harga pangan.
Menurutnya, pengendalian inflasi tidak hanya bertumpu pada peningkatan produksi, tetapi juga harus diperkuat melalui sistem tata niaga dan distribusi yang lebih efisien.
Senada dengan itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Riau Panji Achmad menyampaikan bahwa kerja sama antara Riau dan Sumatera Utara merupakan langkah pre-emptive untuk memperkuat ketahanan pasokan pangan dengan memanfaatkan kedekatan geografis serta potensi sentra produksi yang dimiliki Sumatera Utara.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau Dr. Syahrial Abdi, AP., M.Si., mengapresiasi sinergi yang terjalin dalam mendorong kerja sama antardaerah yang semakin konkret melalui realisasi transaksi dan keberlanjutan pasokan pangan.
Menurutnya, langkah tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekaligus mendukung stabilitas harga pangan.
Melalui kerja sama yang dibangun dengan semangat kolaborasi dan optimisme, inflasi di Provinsi Riau diharapkan tetap terkendali dalam rentang sasaran, termasuk menjelang periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.
KAD Riau–Sumatera Utara juga dinilai sejalan dengan karakteristik Provinsi Riau yang masih bergantung pada pasokan sejumlah komoditas pangan strategis dari luar daerah.
Sumut sendiri dipilih sebagai mitra strategis karena memiliki kedekatan geografis dengan Riau, kesesuaian komoditas yang dibutuhkan, serta kapasitas produksi yang besar.(yan)
Pekanbaru Pos Riau