Senin , 29 Juni 2026
Ketua Apkasindo Rohil Tomi, Pjs Penghulu Bagan Bhakti Joko Prasujo dan Ketua Kelompok Tani Kemuning saat pembukaan PSR.met

4 Kelompok Tani Dampingan Apkasindo Kelola Program PSR, Luas Lahan 370 Ha

BAGANBATU (pekanbarupos.co) —  Sebanyak 4 Kelompok tani yang ada di 3 kecamatan yakni Kecamatan Bagan Sinembah, Bagan Sinembah Raya dan Balai Jaya melaksanakan Program Peremajaan Sawit Rakyat ( PSR) tahun 2023.

Hal itu disampaikan Ketua umum Asosiasi Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia ( Apkasindo) Kabupaten  Rokan Hilir Tomi Ebo Sihombing kepada awak media Posmetro Rohil/ Pekanbarupos.co.Rabu (20/9) di Bagan batu.

“Saat ini ada kurang lebih 370 hektar lahan sawit yang direplanting pada tahun 2023.dibawah 4 Kelompok Tani dampingan Apkasindo,” terang Tomi Evo Sihombing.

Dijelaskannya Tomi, adapun 4 Kelompok tani yang melaksanakan program Peremajaan Sawit Rakyat ini diantaranya Kelompok Tani Sumber Sari Jaya di Kepenghuluan Harapan Makmur Selatan Kecamatan Bagan Sinembah Raya luas lahan 88 hektar, Kelompok Tani Kemuning Desa Bagan Bhakti Kecamatan Balai Jaya luas lahan 54 hektar.

Kemudian Koperasi  Makmur Mandiri Kepenghuluan Bakti Makmur Kecamatan Bagan Sinembah luas Lahan 117 hektar dan Kelompok Tani Abinaya Dakara Kepenghuluan Lubuk Jawi Kecamatan Balai Jaya luas lahan 111 hektar. “Saat ini sudah masuk proses atau tahap penanaman bibit sawit,” jelas Tomi.

Dikatakan Tomi, Program PSR yang dicanangkan pemerintah pusat ini dimungkinkan kedepan akan terus berkelanjutan dan saat ini ada beberapa kelompok tani yang menjadi dampingan Apkasindo sedang mengajukan Program PSR ke BPDPKS pusat seluas 1000 hektar.

“Sebanyak 500 hektar terbentur masuk dalam kawasan dan 500 hektar masih dalam proses SKCL di Dinas DKPP Rohil,” terang Tomi lagi.

Tomi menjelaskan, Program PSR ini dinilai sangat membantu masyarakat petani kelapa sawit dan bahkan banyak manfaatnya seperti meningkatkan SDM  petani, meningkatkan  produktivitas kelapa sawit dan meningkatkan kesejahteraan petani. Sumber dana PSR ini bersumber dari pajak sawit yang dikelola Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit ( BPDPKS).

“Untuk tahun 2023 ini, dana PSR yang dikucurkan oleh BPDPKS sebesar 30 perhektar,” jelas Tomi sembari berharap 500 hektar yang masuk kawasan dapat segera selesai.(met)

 

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *