Kamis , 16 April 2026
Tim Pengabdi masyarakat UIR Foto bersama Guru-guru SDN 29 Pekanbaru

Pendampingan Pembuatan Modul Ajar Bagi Guru SDN 29 Pekanbaru

PEKANBARU, Guru adalah pendidik yang senantiasa mengarahkan, mendidik, membimbing, melatih, menilai dan mengevaluasi siswa pada setiap proses pembelajaran baik pembelajaran formal maupun pembelajaran non formal.

Febrina Dafit MPd Tim Pengabdi masyarakat Universitas Islam Riau (UIR) mengungkapkan Guru harus mampu memanfaatkan dan mengembangkan potensi yang ada pada setiap diri siswa. Salah satu cara agar siswa dapat mengembangkan potensi yang dimiliki adalah dengan modul ajar yang dirancang guru dalam proses pembelajaran.

Modul ajar yang dirancang harus dapat memancing kreatifitas dan kemandirian siswa agar siswa memiliki kemampuan dan berkompeten ketika mereka berada di lingkungan masyarakat.

“Modul ajar pada kurikulum merdeka merupakan salah satu platform dalam implementasi kurikulum merdeka. Tidak sedikit guru yang belum siap dan memiliki pemahaman yang memadai untuk mengimplementasikan pembuatan dan penggunaan modul ajar kurikulum merdeka dan hal ini menjadi salah satu penyebab tim pengabdian untuk melaksanakan pengabdian masyarakat di SDN 029 Pekanbaru. Guru SDN 029 Pekanbaru mengeluhkan kondisi ini menyebabkan guru tidak mampu melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik sesuai dengan kompetensi yang diharapakan pada kurikulum merdeka, “ katanya.

Ia juga menambahakan, Untuk mendapatkan hasil yang diharapkan guru SDN 029 Pekanbaru dituntut untuk membuat capaian pembelajaran, alur tujuan pembelajaran (ATP) hingga modul ajar secara mandiri namun tidak ada panduan untuk membuat perangkat ajar tersebut.

Oleh Karena itu kesiapan dalam melaksanakan kurikulum merdeka di SD harus disiapkan segera mungkin sehingga pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan berpusat pada siswa dapat dilaksanakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang kami lakukan adalalah pendampingan dalam penyusunan dan pengembangan modul ajar sehingga guru mudah dalam mengiplementasikan materi dalam kurikulum merdeka.

“Pada tahap ini dilakukan pendampingan pembuatan modul ajar sebagai pelaksanaan kurikulum merdeka dalam membuat dan mengidentifikasi capaian pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan Modul Ajar.

Tim pengabdian melakukan pendampingan dalam pembuatan perangkat ajar yang meliputi penyusunan capaian pembelajaran (CP) yang disesuaikan dengan kondisi di SDN 029 Pekanbaru, kemudian pembuatan alur tujuan pembelajaran (ATP) yang merupakan penjambaran dari hasil CP yang telah disusun. Setelah CP & ATP tersusun kemudian tim pengabdian dan mitra melakukan penyusunan modul ajar. Salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada siswa adalah tersedianya bahan ajar dan perangkat ajar yang digunakan. “Ungkapnya

Lebih jauh ia menjelaskan Pemberdayaan dan pendampingan guru dalam menyusun perangkat ajar melalui pelatihan merupakan solusi yang tepat sehingga guru dapat menyusun perangkat ajar secara terampil. Selain itu, hasil dari pelatihan akan bermanfaat bagi sekolah, proses belajar mengajarnya akan lebih menarik dengan menggunakan modul pembelajaran.

Selain itu, hasil dari pelatihan penyusunan modul ini dapat pengalaman baru, menambah wawasan dan mengetahui cara membuat dari tahap awal hingga tahap akhir. (Rls)

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *