INHU (pekanbarupos.co)- – Kisruh di PKS PT NHR mulai memanas sehingga Kamtibmas dikecamatan Siberida Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau mulai terusik. Pasalnya seorang karyawan pabrik kelapa sawit (PKS) PT Nikmat Halona Reksa (NHR) di Desa Siberida dikabarkan dipukuli rame-rame Buruh F.SPTI.
Kejadian itu terjadi Kamis (16/11) sekitar pukul 9.45.00 Wib dijalan lintas keluar masuk Perumahan. “Kalau ada niat kemanusiaan naikkan. Tapi kalau gak ada anggap angin lewat saja,” tulis Legal Manager PKS PT NHR, Maiden Exron Purba, SH lewat medsos What’shap diterima Pekanbaru Pos, Kamis (16/11/23).
Legal Manager yang mengaku masih aktif diprofesi Advokat ini, kronologi kejadian bermula ketika HRD- Legal Officer PT NHR atas nama Iqbal al-Rasyid dan kawanan bertolak dari Perusahaan hendak monitor lapangan jalan yang di rusak ribuan Buruh kubu Mukhson, Kamis (2/11) kemarin.
Namun ketika rombongan karyawan perusahaan sedang melintas dan tepat didepan Posko F.SPTI SPSI, Buruh kubu Mukhson spontan memukul membabi buta korban tanpa banyak tanya. “Sampai kapan aparat keamanan mau ambil sikap. Apakah sampai ada korban?,” tulis Purba lagi.
Akibat kejadian tersebut, katanya, korban dilarikan ke RSUD Indrasari Rengat di Pematangreba untuk perawatan medis. “Kondisi korban sekarang di RSUD Pematang Reba sedang merasa mual. Sebab pengakuan Iqbal bagian kepalanya dipukul,” sambung Maiden.
Atas kejadian tersebut Perusahaan tempatnya bekerja memilih buat laporan Polisi ke Mapolres Inhu di Rengat dengan telapor berinisial Bu, Is, At dan salah seorang oknum Caleg inisial J. “Sekarang masih buat LP ke Polres,” paparnya.
Dituduh melakukan pengeroyokan kepada Karyawan Perusahaan, koordinator lapangan Buruh F.SPTI, membantah. “Itu tidak benar,” tepis Bahrum Sitio mengutif pengakuan Buruh yang sedang berjaga di Posko PUK F-SPTI sejak dua pekan kemarin.
Pada saat kejadian, kata Sitio, dianya sedang tidak di Posko Buruh PUK F-SPTI. Namun dari pengakuan anak buahnya, korban atas nama Iqbal Al-Rasyid tidak pernah dipukul tapi jatuh sendiri dari sepeda motor yang dipakai korban. “Tidak ada yang memukul, justru sebaliknya mereka sekitar 30 orang Karyawan dan orang yang tidak dikenal (OTK) datang hendak menyerang Posko F.SPTI lalu dihalau ratusan Masyarakat yang sedang berjaga di Posko,” sebut Bahrum.
Karena dihalau ratusan Masyarakat, rombongan karyawan perusahaan yang merasa kalah jumlah massa memilih putar balik ke lokasi Perusahaan. “Pada saat ini korban yang merasa ketakutan melihat massa Masyarakat kabur terbirit-birit pakai Honda, lalu jatuh sendiri dan akhirnya dibantu kawanannya dibawa pulang ke Perumahan Karyawan,” papar Bahrum dari seluler.
Kapolres Inhu AKBP Dody Wirawijaya dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Primadona mengatakan tidak ada LP. “Kami belum ada terima laporan,” singkat Kasat Reskrim. (san)
Pekanbaru Pos Riau