Selasa , 6 Oktober 2026

BNNK Kuansing Optimalkan Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, 2022 Ungkap Dua Kasus Narkoba

Kepala BNNK Kuansing AKBP Syofyan saat melakukan rilis kinerja tahun 2022 akhir pekan lalu

KUANSING (pekanbarupos.co) — Tahun 2022, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kuansing berhasil mengungkap dua kasus dan menahan empat tersangka dengan empat berkas perkara dari satu berkas yang ditargetkan.

“Untuk pemberantasan, kita berhasil mengungkap dua kasus. Kita juga optimalkan pencegahan,” kata Kepala BNNK Kuansing, AKBP Syofyan.

Selain itu, untuk pemberantasan ini, BNNK Kuansing juga melaksanakan Tim Assesmen Terpadu (TAT) kepada lima orang yang melibatkan tim medis dan tim hukum dari instansi terkait seperti Penyidik BNN, Penyidik Polri, Kejaksaan, Kemenkumham dan Tim Rehabilitasi Medis.

“TAT kita saya pertanggung jawabkan kepada Allah dan sesuai prosedur yang ada,” katanya.

Sedangkan dalam upaya pencegahan, BNNK Kuansing terus aktif melakukan langkah-langkah preventif, seperti penyebaran informasi P4GN, pembentukan desa bersih dari narkoba (Bersinar).

“Tahun ini kita telah menginisiasi pembentukan tiga desa Bersinar baru, yaitu Desa Koto Taluk, Tanjung Pauh dan Sako,” ungkapnya.

“Ini merupakan lanjutan dari empat desa sebelumnya yang telah terbentuk, yaitu Desa Teratak Rendah, Seberang Taluk, Sangau dan Kampung Tengah,” sebutnya.

Kemudian, katanya, masih dalam upaya pencegahan, BNNK Kuansing juga sudah berhasil membentuk 80 orang penggiat anti narkoba.

Selama 2022 ini, lanjutnya, BNNK Kuansing juga telah melakukan deteksi dini melalui tiga kali kegiatan tes urine kepada 146 orang dengan hasil semuanya negatif.

Berikut dalam upaya rehabilitasi, BNNK Kuansing saat ini telah memberikan pelayanan kepada 27 orang dengan rincian 23 rawat jalan dan empat orang rawat inap yang dirujuk di Loka rehabilitasi BNN Batam dan NAPZA RSJ Tampan Pekanbaru.

“Rehabilitasi BNNK Kuansing tahun ini juga telah memfasilitasi tujuh orang klien pasca rehab,” katanya

Terakhir, AKBP Syofyan menyampaikan, karena narkotika merupakan permasalahan multi dimensi dan sangat kompleks, untuk itu dibutuhkan kerjasama dan kolaborasi dalam penanganannya.

“Bangun frame yang sama dalam penanganan narkotika. Kita berharap pemangku kepentingan mampu bersinergi dalam menyatakan war on drugs dan siap menuju Kuansing bersih narkoba,” harapnya.(cil)

 

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *