PEKANBARU (pekanbarupos.co) — Keseriusan Perintah provinsi (Pemprov) Riau bangun Jembatan Kabupaten Bengkalis, Gubernur Riau (Gubri) Edy Natar Nasution dan Bupati Kabupaten Bengkalis, Kasmarni buat kesepakatan bersama.
Kesepakatan tersebut, ditandai dengan MoU penandatanganan Kesepakatan Bersama Pembangunan Jembatan Pulau Bengkalis – Pulau Sumatera (Kecamatan Bukit Batu), Rabu (13/12) di Gedung Daerah Riau, Pekanbaru.
Gubernur Riau, Edy Natar mengatakan, keseriusan pembangunan jembatan Bengkalis ini, selain sangat dibutuhkan masyarakat juga merupakan kunci untuk kemajuan daerah serta perekonomian masyarakat kedepan. “Karena secara sejarah Pulau Bengkalis ini adalah pulau yang pantas untuk kita selamatkan dan kita juga ingin meningkatkan perekonomian di Pulau Bengkalis, sebab merupakan salah satu kawasan strategis nasional,” ujar Gubri.
Gubri juga meyakini, pembangunan jembatan ini langkah awal yang baik untuk membangun Bengkalis. Dimana Jembatan Bengkalis ini menghubungkan dari Pakning ke Pulau Bengkalis yang panjangnya diperkirakan mencapai 6,1 kilometer.
Dari kajian sebelumnya, rencana pembangunan jembatan ini akan menelan anggaran sebesar Rp6-7 triliun dengan sistim multiyears atau tahun jamak yang diharapkan dalam waktu singkat bisa terealisasi. “Kalau ini terwujud, Jembatan Pulau Bengkalis – Pulau Sumatera akan menjadi jembatan terpanjang di Indonesia, mengalahkan Suramadu yang panjangnya 5 kilometer,” ujarnya.
Setidaknya, ada lima alasan mengapa jembatan ini harus ada, yakni; alasan historis, strategis, ekonomi, kompromistis, logis.
Bengkalis pulau kelahirannya itu awalnya adalah kabupaten terbesar, lalu melahirkan daerah-daerah kecil di sekitarnya, seperti Rokan Hilir, Dumai, dan Kepulauan Meranti. Seiring berjalannya waktu daerah ini kian mandiri.
Bahkan, Bengkalis telah menorehkan sejarah panjang untuk Riau. “Dulu, Riau itu dikenal dengan Bengkalisnya,” tambanya.
Untuk alasan ekonomis, hadirnya jembatan ini merupakan satu dari sekian upaya pemerintah untuk menghadirkan banyak gula di pulau ini, “agar semut berdatangan ke sana,” ujarnya.
Daerah ini punya potensi ekonomi yang jumbo, terutama di sektor pertanian dan perkebunan. Potensi ini tentunya akan bermuara pada kesejahteraan masyarakat. “Dulu Bengkalis terkenal dengan Durian dan ikan terubuknya. Setiap tahun festival durian diselenggarakan, namun pemenangnya malah bukan dari Bengkalis.
Sekarang, kita juga tak bisa melihat ikan terubuk lagi. Semua ini yang ingin kita kembalikan ke Bengkalis,” tuturnya. Di hari-hari besar, tingginya mobilitas masyarakat membuat rute penyeberangan ke Pulau Bengkalis menjadi sangat padat. Antrean panjang berkilo-kilo meter sudah jadi pemandangan biasa.
Namun semua itu jadi tidak efektif dan efisien karena lamanya waktu yang dihabiskan masyarakat. Dengan hadirnya Jembatan Pulau Bengkalis – Pulau Sumatera, akan memberi nafas baru dalam segala sendi kehidupan masyarakat. “Secara teknis, kami bersama dengan Pemkab Bengkalis masih harus berkomunikasi dengan pusat, agar jembatan ini bisa dibangun bersama-sama,” jelasnya.
Rencana pembangunan jembatan ini sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Daerah (RPD). Artinya, proyek ini tetap bisa dilanjutkan oleh pemerintahan selanjutnya siapapun Gubernurnya nanti. “Sejauh ini masih kita upayakan untuk sharing budget, makanya multiyears. Kalau memang ada komitmen dengan waktu pembangunan yang lebih singkat oleh Gubernur Riau selanjutnya, itu lebih baik,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Bengkalis, Kasmarni, ingin pembangunan jembatan ini masuk dalam daftar proyek strategis nasional. Secara khusus, dia bahkan sudah membentuk tim khusus dari daerah yang bertugas sebagai ‘jembatan penghubung’ komunikasi daerah ke pusat.
“Tim ini terdiri dari Asisten, PUPR, Bappeda, dan ahli,” tuturnya. “Bagi kami, kesempatan kali ini adalah impian yang sudah lama kami mimpikan,” jelasnya. Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bengkalis ia juga mengucapkan terimakasih kepada pak gubernur yang telah merencanakan pembangunan jembatan di Bengkalis.
“Kesepakatan hari ini adalah sebuah impian yang ditunggu oleh masyarakat Bengkalis, karena pembangunan jembatan di Pulau Bengkalis tidak lagi sebuah mimpi,” tutur Kasmarni. (dre)
Pekanbaru Pos Riau