
PANGKALANKERINCI (pekanbarupos.co) — Semua permukaan badan Jalan Lintas Timur Sumatera persisnya di KM 83 Desa Kemang Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan Riau tertutup banjir. Pengguna jalan diarahkan lewat jalur alternatif Jalan Lintas Tengah, Taluk Kuantan. Sampai Rabu (3/1/2024) debit air masih bertahan setinggi paha orang dewasa. Tim Siaga dari berbagai unsur masih berada di lokasi jalan yang terendam banjir.
Meski pihak Polres dan Dishub Pelalawan belum secara resmi memblokade Jalan Lintas Timur untuk semua jenis kendaraan, namun lebih tegas melarang dengan keras tidak lewat untuk menghindari kerugian bagi pengendara itu sendiri. “Bukan ditutup. Tapi, intinya kami imbau untuk mereka berputar arah karena ini sudah banyak kendaraan yang terbalik, mogok dan lain sebagainya,”kata Kapolres Pelalawan AKBP Suwinto, SH, S.Ik melalui Kasat Lantas AKP Akira Ceria, S.Ik menjawab media ini.
Karena menurut Kasat Lantas, sangat beresiko jika tetap lewat di jalan nasional yang terendam banjir tersebut. “Jangan sampai nanti sopir kendaraan memaksakan untuk lewat, yang ada malah kendaraannya mogok. Jadi, akhirnya macet,”imbuh Akira Ceria sambil menyebutkan kondisi parah yang ada di KM 83 Desa Kemang itu durasinya lebih kurang 200 meter.
“Di KM 83 itu sudah sepaha, untuk masyarakat tetap kami himbau, kami sarankan untuk tidak melewati jalan tersebut,”sembari menambahkan Satlantas juga telah Siaga baik di lokasi banjir maupun di dekat Jalan Lingkar Jalan Lintas Timur serta dari arah Pangkalan Kuras.
Barang contohnya lanjut Kasat Akira Ceria, hingga saat beberapa unit truk besar masih belum berhasil dievakuasi, karena tergelincir maupun terperosok. Apalagi, ada badan jalan amblas. “Jika tetap lewat, tetap patuhi arahan petugas di lokasi. Atau lebih memutar arah beristirahat menunggu air surut,”pungkasnya.
Menurut sejumlah warga yang memaksa lewat. Mereka terpaksa antre sampai 3-4 jam dari Desa Kemang ke Pangkalan Kerinci. Normalnya lebih kurang 15 menit sudah sampai.(amr)
Pekanbaru Pos Riau