PANGKALANKERINCI (pekanbarupos.co) — Pemkab Pelalawan pun ikut gerah kawanan gajah masuk kota. Terlebih, merusak tanaman warga dan mengganggu ketenangan masyarakat. Akhirnya Bupati Pelalawan H Zukri, SE resmi menyurati Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau.
“Suratnya sudah kita kirim tadi malam. Menunggu tidak lanjut dari mereka (BBKSDA, red) saja lagi,” jelas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pelalawan Zulfan, S.Pi, M. Si, Rabu (17/1/2024).
“Intinya kita minta BBKSDA agar segera melakukan evakuasi terhadap gajah tersebut. Karena sudah lama berkeliaran di lingkungan rumah penduduk. Sudah lebih 2 bulan,” ujar Zulfan membeberkan isi surat Bupati Pelalawan yang ditekennya atas nama Bupati tersebut dengan tembusan Sekda dan Asisten I Setkab Pelalawan.
Menurut Zulfan, sehari sebelumnya pihak Balai Besar KSDA Riau yang dipimpin Kabid KSDA Wilayah I Andri Hansen Siregar, S. HUT, M. Sc telah melakukan koordinasi di Kantor BPBD Kabupaten Pelalawan di Pangkalan Kerinci.
Ditanya kenapa hingga saat dua ekor gajah yang sudah hampir dua bulan tidak kunjung digiring ke habitatnya, hingga merusak kebun masyarakat, Kepala BPBD Pelalawan menyebutkan salah satu alasan yang disampaikan pihak BBKSDA Riau terkait masalah anggaran.
“Tidak ada anggaran katanya. Tapi, mereka coba ajukan ke pusat. Tapi lama prosesnya,” imbuh Zulfan yang mengkhawatirkan jika semakin lama gajah ini berada di lokasi bukan habitatnya maka kemungkinan konflik dengan manusia semakin terbuka lebar.
“Tapi mereka juga coba minta bantuan perusahaan. Infonya pihak Balai Besar KSDA juga melakukan pendekatan ke PT RAPP. Namun hasilnya apa saya belum tahu,”ungkap Zulfan sambil berharap pihak perusahaan berpartisipasi mengembalikan dua hewan yang dilindungi tersebut kembali ke lokasi asalnya.
Sementara itu, Selasa (16/1/2024) menjelang sholat Isya, Suherman warga Pangkalan Kerinci mengaku dua ekor gajah ada di sekitar sekolah Al Bayan Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat.
Kami sekarang lagi di lokasi dan sebelum Isya tadi dikunjungi oleh 2 ekor gajah di depan rumah, tepatnya di kapling no 39. Kemudian gajahnya pergi ke arah sawit dekat PT Sarindo. Semoga tidak mengganggu warga,”jelasnya menyampaikan keberadaan gajah tidak hanya di kebun tapi masuk ke permukiman penduduk, dekat rumahnya di Kompleks Sekolah Al Bayan Km 3,5 Pangkalan Kerinci Barat Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Riau.
Terpisah, Ahmad Ah, warga Desa Rantau Kecamatan Pangkalan Kerinci menyebutkan, dua ekor gajah ini juga yang merusak kebun sawit warga kampungnya.
“Gajah ko lah lamo viralnyo, olun banjir lai, ola diviralkan masyarakat Rantau Baru. Ironis, sampai kini olun juo ditangani BKSDA lah ado 2 bulan. Agaknyo,ola banyak tanaman masyarakat yang usak, sawit, pisang, noneh, semangko, ubi dan lainnya. kelihatannyo pembiaran berkeliaran di lingkurangan umah warga,”ungkapnya ikut prihatin.(amr)
Pekanbaru Pos Riau