Sabtu , 29 Agustus 2026

Lagi, Ratusan Petani Binaan WEI Terima Sertifikat RSPO

Simbolis, Penyerahan Ratusan Sertifikat RSPO Kepada Petani Swadaya Binaan WEI.

INHU (pekanbarupos.co) – Dalam rangka mendukung capaian Sertifikasi bagi pekebun swadaya di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau, Head of Smallholders
Programme Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO), Guntur Cahyo Prabowo, sambangi perkumpulan petani sawit Swadaya Karya Serumpun (KS) Sabtu, (14/2/23).

Sebab di penghujung tahun 2021, perkumpulan petani sawit swadaya dibawah pendampingan Widya Erti Indonesia, KS menjadi asosiasi yang pertama memperoleh
sertifikasi RSPO di Inhu dengan keanggotaan 304 petani.

Bahkan diakhir tahun
2022 kemarin sebanyak 240 petani tambahan anggota KS kembali dinyatakan lulus audit.

Kunjungan RSPO kali ini di Aula Karya Serumpun Desa Seberida Kecamatan Batang Gansal, Inhu, dihadiri beberapa kelompok pekebun sawit swadaya lainnya. Antara lain perhimpunan
Kelompok Tani Tunas Karya Mandiri (TKM) dan Asosiasi Sawit Gemilang Indragiri (ASAGRI).

Ketua KS, Juliono, mengatakan,guna mengobarkan semangat pekebun untuk maju dalam sertifikasi RSPO, agenda kunjungan
dibuka dengan pemaparan pengalaman Karya Serumpun dalam proses sertifikasi.

Karya Serumpun sendiri sudah terbentuk sejak tahun 2019 dibawah binaan Widya Erti
Indonesia. “Alhamdulillah, kita sudah meloloskan 304 orang
petani dengan luasan 584 hektar, sudah surveillance pertama, serta meloloskan 240
orang petani dengan luasan 459 hektar dan akan terus menambah jumlah petanikomitmen,” terang Juliono.

Menurutnya, dengan adanya sertifikasi, pengalaman petani di bidang praktik pertanian semakin membaik, keamanan dalam kerja semakin septi bahkan TBS yang dihasilkan sangat meningkat.

Katanya, perkumpulan petani sawit swadaya Karya Serumpun sendiri tidak hanya paparan proses perjalanan Karya Serumpun kunjungan fihak RSPO ke Inhu, tapi turut memuat serangkaian kegiatan. Diantaranya pelatihan metode disclosure.

FGD Guntur Cahyo Prabowo dari Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dalam paparannya menerangkan renstra RSPO kepada pekebun sawit swadaya setiap tahunnya diperbaharui sehingga lebih handal.

Cakupannya, tips menaikkan mata penghidupan petani sawit jadi lebih baik,
memastikan praktek pertanian menggunakan standar yang lebih baik juga hingga mencari akses pasar yang baik.

RSPO juga mengapresiasi KS atas capaiannya bersama Widya Erti Indonesia (WEI) menjadi panutan dalam menumbuhkan minat pekebun sawit swadaya dengan sertifikasi RSPO, khususnya di Desa Petalongan dan Desa Pancur Kecamatan Kritang, Inhil.

Kegiatan diwarnai dengan penyerahan Sertifikat oleh Bapak Guntur Cahyo Prabowo selaku Head of Smallholders
Programme kepada Ketua Perkumpulan Petani Sawit Swadaya Karya Serumpun, Juliano. (san/rls)

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *